sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Defisit anggaran hingga September capai Rp862,1 triliun

Defisit tersebut tumbuh seiring dengan tertekannya pendapatan negara akibat pandemi Covid-19.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 19 Okt 2020 12:35 WIB
Defisit anggaran hingga September capai Rp862,1 triliun

Kementerian Keuangan mencatat defisit anggaran negara hingga September 2020 mencapai Rp862,1 triliun atau sebesar 4,16% dari produk domestik bruto (PDB) atau masih dalam target pada Perpres No.72/2020 yang sebesar 6,34%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, defisit tersebut tumbuh seiring dengan tertekannya pendapatan negara akibat pandemi Covid-19, yang menyebabkan turunnya efektivitas penerimaan perpajakan.

"Tolong diingat bahwa defisit di negara lain bahkan mencapai belasan. Jadi kalau Indonesia defisit di 4,16% dengan pertumbuhan ekonomi kontraksi di kuartal III antara minus 2%-0,6% Indonesia jauh lebih baik," katanya dalam video conference APBN Kita, Senin (19/10).

Defisit anggaran disebabkan rendahnya penerimaan negara yang tercatat hingga September 2020 mengalami kontraksi 13,7% atau hanya mencapai Rp1.159 triliun, atau realisasinya baru 68,2% dari target Perpres No.72/2020.

Sedangkan, belanja negara hingga September 2020 telah mencapai Rp1.841,1 triliun atau tumbuh 15,5% dari realisasi belanja di periode yang sama tahun 2019.

Jika dirinci, belanja pemerintah pusat mengalami pertumbuhan 21,1% atau mencapai Rp1.211,4 triliun dibandingkan 2019, dan belanja pemerintah daerah tumbuh 5,8% atau mencapai Rp629 triliun.

Meski demikian, belanja pemerintah akan terus diakselerasi hingga akhir tahun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal IV-2020. Sehingga kontraksi ekonomi diharapkan dapat menyempit.

"Pemerintah dapat mengakselerasi belanjanya di kuartal III ini yang diharapkan dapat menjadi pendorong atau menciptakan siklus yang positif di kuartal III dan IV," ucapnya. 

Sponsored
Berita Lainnya