sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Demi pemulihan ekonomi, BI beli SBN di pasar perdana Rp147,11 triliun

Rinciannya, Rp48,03 triliun merupakan pembelian SBN di pasar perdana melalui mekanisme pasar, sisanya tanggung renteng.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 17 Sep 2020 18:23 WIB
Demi pemulihan ekonomi, BI beli SBN di pasar perdana Rp147,11 triliun
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 236519
Dirawat 55000
Meninggal 9336
Sembuh 170774

Bank Indonesia (BI) melanjutkan komitmen untuk pendanaan APBN Tahun 2020 melalui pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar perdana dalam rangka pelaksanaan UU No.2/2020, baik berdasarkan mekanisme pasar maupun secara langsung.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, kebijakan tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan implementasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan tetap menjaga stabilitas makroekonomi. 

Dia menjelaskan, BI telah membeli SBN di pasar perdana sebesar Rp147,11 triliun hingga 15 September 2020. Rinciannya, sebesar Rp48,03 triliun merupakan pembelian SBN di pasar perdana melalui mekanisme pasar, termasuk dengan skema lelang utama, Greenshoe Option (GSO), dan Private Placement. Hal ini sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan dan Gubernur BI tanggal 16 April 2020. 

"Hingga 15 September, BI telah membeli SBN di pasar perdana melalui mekanisme pasar sebesar Rp48,03 triliun," katanya dalam video conference, Kamis (17/9).

Kemudian, realisasi pendanaan dan pembagian beban atau burden sharing untuk pendanaan public goods dalam APBN oleh BI melalui mekanisme pembelian SBN secara langsung berjumlah Rp99,08 triliun.

"Dengan komitmen Bank Indonesia dalam pembelian SBN dari pasar perdana tersebut, pemerintah dapat lebih memfokuskan pada upaya akselerasi realisasi APBN untuk mendorong pemulihan perekonomian nasional," ujarnya.

Selain itu, Perry mengungkapkan, BI juga telah merealisasikan pembagian beban dengan pemerintah untuk pendanaan non public goods-UMKM sebesar Rp44,38 triliun sesuai dengan SKB tanggal 7 Juli 2020.

Dia menekankan bakal terus memperkuat sinergi ekspansi moneter dengan mendorong akselerasi stimulus fiskal pemerintah dalam menggenjot pemulihan ekonomi nasional.

Sponsored
Berita Lainnya