sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

DFSK Indonesia siap ekspor 3.000 mobil ke Filipina

DFSK sudah mengekspor mobil dari Indonesia ke beberapa negara di kawasan Asia Tenggara pada 2019.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Kamis, 26 Sep 2019 15:51 WIB
DFSK Indonesia siap ekspor 3.000 mobil ke Filipina

Pabrikan otomotif China PT Sokonindo Automobile (DFSK) yang memiliki pabrik di Indonesia akan mengekspor 3.000 unit mobil niaga ringan (super cab) ke Filipina pada 2020. Asistant of Sales Departement Head PT Sokonindo Automobile (DFSK) Rifin Tan mengatakan pihaknya sudah menjalin kesepakatan dengan distributor di salah satu negara anggota ASEAN tersebut.

"Kami sudah menjalin kesepakatan dengan salah satu distributor untuk mengekspor mobil super cab sebanyak 3.000 unit," kata Rifin Tan, usai membuka secara resmi Diler DFSK Mataram di Mataram, Kamis (26/9).

Sepanjang 2019, kata dia, volume ekspor DFSK untuk jenis mobil niaga ringan masih di kisaran 100-an unit dan hanya ke Filipina dan China.

DFSK juga sudah mengekspor mobil dari Indonesia ke beberapa negara di kawasan Asia Tenggara pada 2019, seperti Srilanka, Malaysia, Nepal, Hongkong dan Bangladesh. Jenis mobil yang diekspor adalah SUV Glory 560 sebanyak 200 unit.

Rifin menambahkan, pihaknya berkomitmen memberikan kontribusi terhadap volume ekspor produk otomotif Indonesia, dengan memperluas negara-negara tujuan ekspor di kawasan Asia Tenggara.

"Sesuai visi dan misi kami, penjualan produk tidak hanya berorientasi domestik saja, tetapi ekspansi keluar negeri," ujarnya.

Untuk pasar domestik, kata dia, DFSK telah membuka diler di sejumlah provinsi di Indonesia dan targetnya harus ada dari Sabang sampai Merauke. Salah satunya yang sudah dibuka adalah di NTB.

Menurut dia, perkembangan infrastruktur dan pariwisata NTB belakangan ini, menjadi pemicu pasar otomotif di tanah air, khususnya di Kota Mataram dan sekitarnya.

Sponsored

Komponen lokal

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Perindustrian Airlangga menilai Indonesia sudah mampu mengoptimalkan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Bahkan, kata Airlangga, beberapa negara kompetitor mulai merasa khawatir dengan kamampuan industri otomotif di 

“Industri ini berbasis komponen lokal. Dengan local content yang semakin banyak, daya saing kita semakin kuat. Karena seluruh industri di sektor otomotif kita ini ekosistemnya adalah just in time,” jelasnya.

Menurut Airlangga, industri otomotif tanah air saat ini telah berkembang dengan baik dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional melalui peningkatan ekspor, investasi dan penyerapan tenaga kerja. 

Apalagi, industri otomotif merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan dalam penerapan industri 4.0 berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Dari sisi produksi dan penjualan otomotif nasional sejak tahun 2013 sampai 2018, telah mencapai rata-rata di atas 1,2 juta unit per tahun, di mana tentunya banyak industri komponen lokal yang turut tumbuh sejalan dengan peningkatan produksi tersebut,” ungkapnya.

Berita Lainnya