sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Dihajar Covid-19, IHSG makin jauh tinggalkan 4.000

Investor pasar modal merespon negatif kebijakan moneter Bank Indonesia. 

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 20 Mar 2020 09:35 WIB
Dihajar Covid-19, IHSG makin jauh tinggalkan 4.000
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 1,14% ke level 4.058 pada pembukaan perdagangan Jumat (20/3).  Lima menit setelah perdagangan dibuka, IHSG terus ambrol hingga 4,3% menyentuh level 3.928.

Analis Pilarmas Investindo Sekuritas Nico Demus mengatakan sentimen dalam negeri datang dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020. 

Bank Indonesia memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan di bawah 5%, yaitu sebesar 4,2%-4,6%. Proyeksi tersebut dampak dari Covid-19 yang memberikan ketidakpastian dan tekanan pasar keuangan dan perekonomian global.

Selain itu, Bank Indonesia juga kembali memangkas suku bunga acuan 7 Days Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) menjadi 4,5%.

"Kami memandang langkah kebijakan moneter BI tersebut sebagai upaya meminimalisir risiko perlambatan ekonomi dan mencegah resesi ekonomi domestik, akibat dampak dari penyebaran virus corona. Sekaligus mendorong keyakinan pasar terhadap ekonomi Indoensia," kata Nico, Jumat (20/3).

Sementara, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan dari global, sentimen datang dari bursa saham Amerika Serikat yang ditutup menguat. Dow Jones ditutup di level 20.087 atau naik 0,95%, NASDAQ ditutup di level 7.150 atau naik 2.30%, dan S&P 500 ditutup di level 2.409 atau naik 0,47%. 

"Namun, peningkatan ini hanya bersifat sementara karena mayoritas investor masih dalam keadaan panik dan terus mencari likuiditas di pasar modal," kata Dennies, Jumat (20/3). 

Peningkatan juga didukung oleh sentimen dari ECB yang akan mengucurkan dana sebesar EUR750 miliar untuk membeli aset keuangan yang ada di dalam Eropa hingga akhir tahun 2020. 

Sponsored

Adapun bursa saham di Asia dibuka menguat, di mana Australia dan Kospi dibuka melompat ke level 3%. Bursa Jepang tutup karena ada libur nasional. Investor hari ini menanti data Loan Prime Rate dari China yang akan diumumkan pada hari ini.

Berita Lainnya