sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dihantam pandemi, Krakatau Steel masih kantongi untung Rp66,5 miliar

Penjualan bersih KRAS tergerus pandemi Covid-19 hingga turun sebesar 22,3%. Meski begitu, perusahaan masih untung.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 29 Jul 2020 19:34 WIB
Dihantam pandemi, Krakatau Steel masih kantongi untung Rp66,5 miliar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 516.753
Dirawat 66.752
Meninggal 16.352
Sembuh 433.649

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) mengantongi laba bersih pada semester I-2020 sebesar US$4,51 juta atau setara dengan Rp66,5 miliar (kurs Rp14.570/US$). KRAS melanjutkan tren pada kuartal I-2020 sebelumnya yang membukukan keuntungan sebesar US$ 74,14 juta setelah sewindu terakhir merugi.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengatakan laba bersih perusahaan ditopang oleh peningkatan kontribusi anak perusahaan semester I-2020 yang meningkat 438,9% yaitu senilai US$26,27 juta, dari sebelumnya minus US$7,75 juta secara tahunan (year on year/yoy).

Selain itu, laba bersih yang diperoleh perseroan sampai semester I-2020 juga disebabkan oleh menurunnya biaya operasional sebesar 27,5% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Penurunan biaya operasional tersebut mencakup penurunan biaya energi sebesar 15,7%, penurunan biaya consumable sebesar 16,4%, penurunan biaya spare part sebesar 64,6%, penurunan biaya outsourcing non tenaga kerja sebesar 33,2%, dan penurunan biaya outsourcing tenaga kerja sebesar 78,6%.

“Krakatau Steel selain sukses dalam melakukan restrukturisasi utang, juga telah mampu menurunkan biaya secara signifikan, dan penurunan biaya ini terus konsisten dilakukan sepanjang 2020," tutur Silmy, dalam keterangan resminya, Rabu (29/7).

 

Sementara itu, penjualan bersih KRAS tergerus pandemi Covid-19 hingga turun sebesar 22,3% dari US$311,18 juta pada kuartal I-2020 menjadi US$241,63 juta pada kuartal II-2020. Namun, laba operasi semester I-2020 mencapai US$79,06 juta.

"Laba operasi semester I-2020 meningkat 211,7% dibandingkan dengan laba operasi pada periode berjalan di semester I-2019, yaitu sebesar minus US$70,74 juta," kata Silmy.

Hingga semester I-2020, ekuitas perseroan tercatat sebesar US$471,33 juta atau meningkat 32,4% dibandingkan dengan akhir Desember 2019 sebesar US$356,08.

Sponsored
Berita Lainnya