sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Disindir Erick Thohir, Telkom segera ekspansi bisnis data center

Nilai investasi awal dari bisnis data center dan komputasi awan (cloud) mencapai Rp1 triliun.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 26 Feb 2020 19:16 WIB
Disindir Erick Thohir, Telkom segera ekspansi bisnis data center
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 68079
Dirawat 33135
Meninggal 3359
Sembuh 31585

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) akan merambah bisnis data center dan komputasi awan (cloud) tahun ini. Ekspansi ini sekaligus menjawab sindiran Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menyebut Telkom belum mengembangkan bisnis komputasi awan.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan ekspansi ini dilakukan untuk mempercepat transformasi perusahaan. Dia memperkirakan nilai investasi awal dari bisnis ini mencapai Rp1 triliun.

"Dalam beberapa bulan ke depan akan kami luncurkan beberapa di antaranya. Tantangannya yang tadinya kami jual produk off the shelf, jadi solution base" kata Ririek di Jakarta, Rabu (26/2).

Ririek menuturkan Telkom akan membangun data center di Jakarta Timur. Namun, tak hanya sampai di situ, data center tersebut juga akan dibangun di daerah-daerah lain di luar Jakarta.

Apalagi, lanjut Ririek, Telkom memiliki keunggulan dengan 180 juta pelanggan selular dan 7 juta lebih pelanggan home broadband.

"Digitaliasasi ini bisa digunakan untuk layanan perbankan, misalnya untuk credit scoring. Akan membantu perbankan memberikan layanan personal loan," ujar mantan Direktur Utama Telkomsel ini.

Menurut Ririek, pengembangan bisnis data center dan cloud ini juga akan menjadi jawaban atas tantangan disrupsi teknologi yang terjadi selama ini. Disrupsi tersebut, kata Ririek, terjadi pada 2017 dan puncaknya terjadi tahun 2018.

Penyebabnya karena adanya peralihan layanan SMS, telepon, dan suara selular ke aplikasi seperti WhatsApp. Selain itu, adanya kebijakan registrasi kartu selular dan perang harga turut menekan industri telekomunikasi.

Sponsored

Adapun tahun 2019, kata Ririek, merupakan tahun pemulihan bisnis industri telekomunikasi. Seperti diketahui, sepanjang 2019, emiten-emiten di industri telco seperti PT XL Axiata Tbk. dan PT Indosat Tbk. mulai membalik kerugian mereka menjadi laba.

XL Axiata misalnya, pada 2018 mengalami rugi bersih Rp3,3 triliun dan pada 2019 mendapatkan laba bersih Rp712 miliar. Sementara Indosat pada 2018 mengalami kerugian bersih sejumlah Rp2,4 triliun dan berbalik mendapatkan laba sepanjang tahun 2019 sebesar Rp1,56 triliun.

Adapun untuk Telkom, pada tahun buku 2018 tetap mencetak keuntungan sebesar Rp18,03 triliun. Ririek pun memprediksi tahun ini industri telco akan tumbuh sejalan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5%. 

Berita Lainnya