sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Divestasi Vale Indonesia ditargetkan rampung Maret 2020

Mining Industry Indonesia (MIND ID) akan mengakuisisi 20% saham Vale Indonesia.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 29 Jan 2020 14:06 WIB
Divestasi Vale Indonesia ditargetkan rampung Maret 2020

Perusahaan induk BUMN pertambangan, Mining Industry Indonesia (MIND ID), menargetkan finalisasi pengambilalihanĀ 20% saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) bisa diteken akhir Maret 2020.

Direktur Utama MIND ID Orias Petrus Moedak mengatakan dirinya berharapĀ pada Februari nanti, masing-masing pihak telah mendapatkan persetujuan internal terkait divestasi saham ini.

"Target divestasi awalnya 20%, ya itu kalau dapat persetujuan dari komisaris dan pemegang saham kami dan Vale dapat persetujuan dari internal mereka di Brazil. Diharapkan akhir Maret ya," kata Orias di Jakarta, Rabu (29/1).

Apabila telah disetujui internal, Orias bilang, enam bulan setelah penandatanganan tersebut yakni pada September, MIND ID harus melakukan pembayaran ke Vale.

"Nilainya nanti kami umumkan. Karena Vale perusahaan publik, mereka yang akan mengumumkan. Cukup lah nilainya," ujar Orias.

Pada Oktober 2019, MIND ID dan Vale Indonesia bersama dengan para pemegang sahamnya, Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining (SMM), telah menandatangani Perjanjian Pendahuluan untuk mengambil alih 20% saham divestasi INCO.

Direktur Utama MIND ID saat itu, Budi Gunardi Sadikin mengatakan penandatanganan perjanjian ini adalah langkah awal dimulainya kerja sama strategis jangka panjang antara MIND ID dan INCO. Perjanjian Pendahuluan ini selanjutnya akan diikuti beberapa perjanjian definitif utama.

Budi juga menjelaskan divestasi 20% saham PTVI merupakan kewajiban dari amandemen Kontrak Karya (KK) di tahun 2014 antara Vale Indonesia dan pemerintah yang harus dilaksanakan lima tahun setelah amandemen tersebut.

Sponsored

Adapun saat ini, pemegang saham emiten tambang nikel tersebut terdiri dari Vale Canada Limited (58,73%), publik (20,49%), Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (20,09%), Vale Japan Limited (0,55%), dan Sumitomo Corporation (0,14%).

Berita Lainnya