sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Industri lampu dalam negeri diharapkan bisa kurangi dominasi impor lampu LED

Beberapa industri lampu LED dalam negeri telah mampu memproduksi lampu LED berkualitas tinggi.

Hermansah
Hermansah Senin, 21 Jun 2021 21:48 WIB
Industri lampu dalam negeri diharapkan bisa kurangi dominasi impor lampu LED

Kementerian ESDM mendorong industri lampu dalam negeri untuk mengurangi dominasi impor lampu LED, yang saat ini mencapai sekitar 70%. Saat ini beberapa industri lampu LED dalam negeri telah mampu memproduksi lampu LED berkualitas tinggi dan berkapasitas besar, bahkan ada yang telah di ekspor ke berbagai negara.

Hal ini didasari survei awal penyusunan Roadmap Lampu LED yang dilakukan Tim Teknis Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan, Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (P3TKEBTKE) Badan Litbang Kementerian ESDM ke Tangerang, Bogor, Cikarang, Bandung dan Bekasi pada 8-16 Juni 2021.

Kepala P3TKEBTKE Haryanto menjelaskan, produksi lampu LED di tanah air terus tumbuh. Terlihat dari angka penjualan per tahun, dari 22 juta lampu pada 2012 menjadi 60 juta unit pada 2019. Penggunaan lampu ini perlu ditingkatkan lagi, mengingat pemanfaatan lampu LED pada rumah tangga saat ini baru sebesar 52%, sisanya lampu CFL (41%) dan lampu pijar (7%).

"Pada 2030 permintaan lampu LED diproyeksikan meningkat menjadi 165 juta unit", kata Haryanto di Jakarta (21/6).

Peningkatan penggunaan lampu LED produksi lokal tidak hanya menghemat energi dan menurunkan emisi, namun juga turut mendukung industri dalam negeri agar mampu bertahan dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19.

Lebih lanjut Haryanto memaparkan beberapa industri lampu LED yang disurvei telah mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi dan telah lulus SNI, dengan rata-rata faktor daya di atas 90% dan efikasi tinggi. Efikasi adalah nilai besaran efisiensi pengalihan energi listrik ke cahaya, untuk membandingkan keluaran cahaya dengan konsumsi energi. Efikasi diukur dalam lumen per watt (lm/W). Lampu LED menggunakan energi lebih sedikit untuk menghasilkan jumlah cahaya yang sama dengan lampu konvensional, sehingga lebih efisien. Artinya penggunaan lampu LED dapat menghemat energi minimal sebesar 14% jika dibandingkan penggunaan CFL.

Survei pertama dilakukan tim pelaksana pada PT Daya Mandiri Terbarukan (DMT) di Tangerang, Banten. Produk utama perusahaan ini adalah lampu LED untuk penerangan jalan umum (PJU), PJU surya, bola lampu LED, lampu tabung LED, lampu LED showcase, lampu LED high bay, dan lampu LED floodlight. Selain mempunyai merek sendiri FujiLED, PT DMT merupakan Original Equipment Manufacturer (OEM) beberapa merek lampu terkemuka.

Kepala Seksi PT DMT Ono menjelaskan, perusahaan yang bergabung dengan Trinitan Global Pasific (TGP) ini berkomitmen memproduksi lampu LED berkualitas tinggi dengan faktor daya di atas 95% dan efikasi di atas 100 lm/W. Ono menjelaskan sebagian besar produknya telah memenuhi SNI. PT DMT juga akan melebarkan sayap dengan perusahaan nasional dan luar negeri untuk memproduksi lampu LED.

Sponsored

Survei kedua dilakukan pada dua industri di Bandung pada PT Solarens Ledindo dan CV Sentosa Electric. PT Solarens Ledindo merupakan produsen lampu PJU, lampu LED jenis tabung, high bay, aviation and marine lighting, flood light, lampu industri, dan lampu outdoor lainnya. Anggota Alindo ini bergerak dalam sistem instalasi energi terbarukan dan telah memiliki pelanggan multinasional.

Direktur Utama PT Solarens Ledindo Irvin berkomitmen untuk mengembangkan industri lampu LED khususnya PJU di Indonesia. 

Ketua Alindo ini menambahkan efikasi lampu PJU Solarens cukup tinggi, minimal sebesar 160 lm/W dan mudah ditambahkan fitur smart technology, seperti fitur smart dimmer dan sensor cahaya.

Berita Lainnya