sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dompet pemegang saham kian tebal, emiten pelat merah bagi-bagi dividen

ANTM bagi dividen Rp67,85 miliar, sedangkan JSMR sebesar Rp110,36 miliar .

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Kamis, 11 Jun 2020 19:54 WIB
Dompet pemegang saham kian tebal, emiten pelat merah bagi-bagi dividen
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Sejumlah emiten pelat merah menebar berkah dividen kepada pemegang saham. Perusahaan-perusahaan ini datang dari bermacam sektor dengan besaran yang berbeda. 

Di sektor pertambangan, PT Aneka Tambang Tbk.membagikan dividen sebesar Rp67,85 miliar atau 65% dari laba tahun berjalan 2019 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas Induk untuk tahun buku 2019. Jumlah dividen ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2019, Kamis (11/6).

Selain itu, pemegang saham emiten dengan kode ANTM ini juga setuju untuk memberikan wewenang dan kuasa kepada PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) selaku kuasa pemegang saham seri A dwiwarna guna menetapkan besarnya tantiem untuk tahun buku 2019 serta menetapkan honorarium, tunjangan, fasilitas, dan insentif lainnya bagi anggota dewan komisaris untuk tahun 2020. 

Emiten penyelenggara jasa jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) membagikan dividen sebesar Rp110,36 miliar atau 5% dari total nilai laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2019 yang mencapai Rp2,21 triliun dalam RUPS, Kamis (11/6).

Dengan demikian, dividen yang diperoleh oleh pemegang saham per lembarnya adalah sekitar Rp15,20. Besarnya dividen tersebut dengan pertimbangan bahwa saat ini perusahaan melakukan ekspansi bisnis jalan tol dan perlu memperkuat likuiditas di tengah pandemi Covid-19.

Dalam keterangan resminya, pada tahun 2019 pengoperasian ruas-ruas jalan tol baru menyumbang peningkatan total aset hingga Rp99,68 triliun atau meningkat sebesar 20,94% dari tahun 2018.

Jasa Marga juga mencatat pertumbuhan margin pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi atawa earnings before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) 2019 mencapai Rp6,88 triliun atau tumbuh sebesar 14,26% dari tahun 2018, sedangkan untuk margin EBITDA sebesar 62,65%.

"Hal ini merupakan pencapaian Jasa Marga untuk tetap menjaga kinerja positif," tulis keterangan resmi tersebut.

Sponsored

Pendapatan usaha tercatat mencapai Rp10,98 triliun, tumbuh 12,26% dari tahun 2018. Jumlah ini berasal dari kontribusi pendapatan tol sebesar Rp10,13 triliun, naik 12,11% dari tahun 2018. Pendapatan usaha lain dibukukan sebesar Rp853,47 miliar, naik 14,08% dari tahun 2018.

Pengoperasian ruas jalan tol baru yang beroperasi telah berkontribusi pada peningkatan pendapatan tol. Sebanyak enam jalan tol baru sepanjang 161,58 kilometer (km) berhasil dioperasikan oleh JSMR di tahun 2019. 

Hingga akhir tahun 2019, perusahaan berhasil mengoperasikan total 1.162 km jalan tol baru. Jumlah ini meningkat dua kali lipat jika dibandingkan dengan jumlah jalan tol operasi Jasa Marga pada awal tahun 2015. 

Sementara itu, Jasa Marga juga telah mempersiapkan implementasi teknologi pembayaran Nir Henti dengan terus melakukan uji coba terbatas pembayaran tol Single Lane Free Flow (SLFF) with barrier dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) berbasis server yang dikenal dengan nama FLO, baik di Pulau Jawa maupun di Pulau Bali.

Berita Lainnya