sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dorong PEN, BUMN diminta lakukan terobosan

Perusahaan pelat merah dinilai sebagai agent of development, di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 01 Des 2020 10:29 WIB
Dorong PEN, BUMN diminta lakukan terobosan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung mendorong pertumbuhan ekonomi nasional untuk kembali bangkit melalui kontribusi perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebab, perusahaan pelat merah dinilai sebagai agent of development, di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Karena itu, BUMN dianggap harus memiliki langkah terobosan untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19.

"Karena seharusnya BUMN itu, sudah wajib memiliki terobosan masing-masing. Untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional," kata Martin, melalui keterangan tertulisnya, Selasa (1/12).

Politikus Partai Nasdem itu merasa, lesunya sales dan product demand yang saat ini terjadi di BUMN bukan disebabkan karena dampak dari pandemi Covid-19. Untuk itu, BUMN tetap diminta melalukan langkah guna meningkatkan kinerja serta kontribusi perusahaan pada pemerintah di masa pandemi.

Sponsored

"Memang ada dampak Covid, tetapi bukan Covid-19 saja sebagai penyebabnya. Seperti contoh, terdapat perusahaan BUMN yang struktur permodalannya sejak sebelum Covid-19 itu memang sudah bermasalah. Nah hal seperti ini masih harus kita (Komisi VI DPR RI) dalami," terangnya.

Kendati demikian, Martin mendorong BUMN untuk pembenahan yang akan dilakukan oleh Kementerian BUMN guna terus bertahan dalam menghadapi  Covid-19. Menurutnya, langkah pembenahan dilakukan untuk atasi persoalan klasik di perusahaan pelat merah itu.

"Jadi ini akan Komisi VI DPR terus soroti dan monitor. Yang nantinya akan ditindaklanjuti juga dalam rapat kerja di Jakarta dengan Menteri BUMN. Di mana Menteri BUMN kami minta untuk memaparkan program rekstrukturisasi BUMN," tegas Martin.

Berita Lainnya