sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

DPR apresiasi kinerja Kementan

TTI dinilai menguntungkan petani karena pemasaran hasil panen kian mudah.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 11 Sep 2020 23:29 WIB
DPR apresiasi kinerja Kementan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Komisi IV DPR mengapresiasi kinerja Kementerian Pertanian (Kementan), seperti pendirian Toko Tani Indonesi (TTI) di berbagai wilayah, kredit usaha rakyat (KUR), dan percepatan tanam, serta penyaluran pengadaan sarana dan prasarana (sapras).

Menurut Anggota Komisi IV DPR, Hasan Aminuddin, pelaksanaan TTI menguntungkan petani karena pemasaran hasil panen kian mudah. Sehingga, kesejahteraan turut meningkat.

"Saya sangat mendukung rencana tersebut asalkan tidak salah menempatkannya. Rencana merupakan sebuah kebutuhan agar petani kita dapat lebih berdaya lagi," katanya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan jajaran eselon I Kementan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (10/9).

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, menerangkan, pihaknya telah menyusun program jangka panjang dan sasaran pengembangan secara merata. Ketersediaan akses dan konsumsi pangan berkualitas, peningkatan nilai tambah dan daya saing industri, serta pembangunan dukungan manajemen, misalnya. 

"Program tersebut meliputi peningkatan ketersediaan hortikultura strategis dalam negeri; tersedianya produk hortikultura bernilai tambah; dan terwujudnya birokrasi Dirjen Hortikultura yang efektif, efesien, dan berorientasi pada layanan prima," tuturnya.

Anton, sapaannya, melanjutkan, pengembangan kawasan hortikultura akan dibuat lebih sistematis dengan pola gerakan mendorong produksi, daya saing, dan ramah lingkungan. 

"Semua gerakan tersebut meliputi pemantapan produksi untuk stabilisasi pasokan dan harga, pengembangan komoditas dengan pola kemitraan, perbaikan sifat fisik dan kimia tanah, pengembangan kawasan skala ekonomi, peningkatan produktivitas melalui efisiensi usahatani dan ramah lingkungan, dan mendorong KUR komoditas berorientasi eskpor," tutupnya.

RDP itu turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementan, Momon Rusmono; Inspektur Jenderal, Sumardjo Gatot Irianto; Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Sarwo Edhy; Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi; Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Nasrullah; serta Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil.

Sponsored
Berita Lainnya