logo alinea.id logo alinea.id

Drama Brexit pengaruhi pergerakan IHSG 

Selain drama Brexit, hubungan AS dan China juga menjadi sentimen eksternal yang memengaruhi laju IHSG.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Kamis, 14 Mar 2019 09:46 WIB
Drama Brexit pengaruhi pergerakan IHSG 

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, (14/3) dibuka melemah 2,66 poin atau 0,04% menjadi 6.374,92. Melemahnya laju IHSG masih dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya drama Brexit. 

“Drama Brexit yang tidak kalah seru dari drama TV Korea masih terus berlanjut dan ini mempengaruhi pergerakan IHSG,” kata Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, dalam paparannya di Jakarta pada Kamis (14/3).

Terkait drama Brexit itu, Nico menjelaskan, parlemen Inggris memilih menghindari perpecahan kesepakatan ekonomi dengan Uni Eropa, sehingga membuka peluang untuk menunda Brexit dan secara menyeluruh menulis ulang persyaratan proses Brexit.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, dalam paparannya mengatakan jika kesepakatan dapat capai maka dalam tujuh hari ke depan pihaknya akan meminta Uni Eropa untuk memberikan perpanjangan waktu. Sementara batas waktu keluarnya Inggris dari Uni Eropa sampai 29 Maret 2019. 

“Jika masih tidak ada keputusan juga hingga 20 Maret 2019 pada pertemuan KTT pemimpin Eropa berikutnya, tentu penundaaan ini akan jauh lebih lama,” ujar Nico.

Lebih lanjut, Nico mengatakan, sentimen berikutnya datang dari hubungan AS-China. Presiden AS, Donald Trump, menegaskan bahwa dirinya tidak akan terburu-buru untuk membuat kesepakatan dagang dengan China. Dia ingin memastikan bahwa China menjamin permintaannya selama ini terkait perlindungan terhadap kekayaan intelektual. 

"Kami melihat, tampaknya Trump juga tidak akan mungkin pergi meninggalkan meja perundingan seperti yang dilakukan sebelumnya dengan Korea Utara, karena konsekuensinya cukup besar menyangkut perekonomian kedua negara. Keduanya saling membutuhkan satu sama lain untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik," kata Nico.

Sementara sentimen dari dalam negeri datang dari investor. Masifnya penjualan dari investor asing selama satu bulan belakangan sudah mencatatkan penjualan bersih senilai Rp3,1 triliun. 

Sponsored

Pada akhir tahun lalu, menguatnya IHSG yang ditopang karena masifnya investor asing memasuki pasar saham Indonesia, kemudian keluar dalam satu bulan belakangan dinilai sebagai bagian dari profit taking serta antisipasi terhadap gejolak di tahun politik. 

"Kami melihat masih beratnya tantangan bagi IHSG untuk menguat dalam waktu dekat, melihat saat ini rupiah juga berada pada level psikologisnya," ujar Nico.

Menurut Nico, menjelang rilis data neraca perdagangan pada akhir pekan sebaiknya investor melakukan antisipasi terhadap risiko apabila data tersebut tidak sesuai dengan ekspektasi. Seperti diketahui, pasar ekspor saat ini masih dalam tekanan cukup besar, sedangkan impor mengalir cukup deras. Sementara industri dalam negeri telah meningkatkan produktivitasnya.

"Secara teknikal, kami memproyeksikan IHSG diperdagangkan pada rentang harga 6.358 – 6.404 untuk hari ini," katanya.
Sementara itu, Nico merekomendasikan beberapa saham pilihan yaitu PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP).

Sementara Analis PT Indosurya Sekuritas William Surya Wijaya merekomendasikan beberapa saham antara lain PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM).

Sebagai informaasi, pada perdagangan hari Rabu 1(13/3) IHSG menguat 23,8 poin atau 0,37% ke level 6.377. Sektor industri properti, barang konsusmsi memberikan kenaikan terbesar pada perdagangan kemarin. Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp731,4 miliar.