sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Duterte kemungkinan suntik vaksin Covid-19 milik Rusia pada 2021

Duterte sebelumnya secara sukarela berpartisipasi dalam uji coba vaksin milik Rusia.

Valerie Dante
Valerie Dante Sabtu, 15 Agst 2020 17:43 WIB
Duterte kemungkinan suntik vaksin Covid-19 milik Rusia pada 2021
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Presiden Filipina Rodrigo Duterte kemungkinan besar akan disuntik dengan vaksin virus Covid-19 milik Rusia paling cepat pada Mei 2021. Kabar tersebut disampaikan oleh juru bicara kepresidenan pada Kamis (13/8).

Awal pekan ini, Duterte secara sukarela berpartisipasi dalam uji coba vaksin milik Rusia. Duterte melakukan aksi itu meskipun sebelumnya para ilmuwan dan pakar kesehatan mempertanyakan keamanan dan efektivitas vaksin tersebut.

Rusia pada Selasa (11/8) mengumumkan telah mendaftarkan vaksin pertama di dunia untuk mengobati Covid-19 setelah kurang dari dua bulan melalui tahap uji klinis. Data uji coba tersebut belum dipublikasikan oleh pihak berwenang.

Filipina adalah salah satu dari sedikit negara yang akan mengambil bagian dalam uji coba fase ketiga dari vaksin Rusia yang disebut Sputnik V.

Kantor berita resmi negara, Philippine News Agency, melaporkan Filipina berencana memulai uji coba tersebut pada Oktober.

Uji coba tahap ketiga dianggap oleh para ahli medis sebagai hal yang penting untuk pengembangan vaksin apa pun dan diperlukan untuk memperkecil potensi efek samping. Uji coba semacam itu umumnya melibatkan ribuan peserta.

Pekan lalu, Filipina menyalip Indonesia dan menjadi negara yang paling banyak melaporkan kasus infeksi Covid-19 di Asia Tenggara. Sejauh ini terdapat 157.918 kasus positif di Filipina, termasuk 2.600 kematian dan 72.909 pasien yang dinyatakan sembuh.

Menurut laporan Reuters, Duterte bulan lalu memohon kepada China untuk menjadikan negaranya sebagai mitra prioritas dalam pengembangan vaksin coronavirus jenis baru.

Sponsored

Pengamat politik dari Center for Strategic and International Studies, J. Stephen Morrison, menilai bahwa tidak mengherankan jika Presiden Rusia Vladimir Putin menawarkan kerja sama vaksin kepada Duterte.

"Putin seolah 'menyebarkan' kecemasan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah bahwa negara-negara kaya tidak akan membagikan pasokan vaksin mereka," kata dia. (CNBC)

Berita Lainnya