sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dyandra Promosindo dipercaya mengelola Kampoeng Kopi Banaran

PTPN IX ke depannya hanya fokus mengembangkan budi daya perkebunan untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Sabtu, 17 Okt 2020 15:44 WIB
Dyandra Promosindo dipercaya mengelola Kampoeng Kopi Banaran
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

PT Dyandra Promosindo secara resmi telah penandatanganani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) atau PTPN IX tentang pengelolaan Kampoeng Kopi Banaran (KKB) di Kecamatan Bawen, Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Penandatanganan dilakukan Direktur PTPN IX, Tio Handoko dan Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh. Dalam acara akad kemitraan strategis itu, dihadiri pula oleh Direktur Utama Holding Perkebunan/PTPN III, M. Abdul Ghani; Direktur Umum PTPN III, Seger Budiarjo; Komisaris Utama PTPN IX, M. Syarkawi; serta manajemen PTPN dan holding company.

"Kampoeng Kopi Banaran punya potensi besar. Tapi kami sadar diri, kompetensi PTPN itu di bidang perkebunan (plantation) tidak didesain untuk pemasaran potensi wisata. Karena itu, kami berkolaborasi dengan pihak lain yang memiliki jejaring pasar dan pengalaman kuat untuk mengemas serta meningkatkan promosi," kata Abdul Ghani dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10).

Dengan kemitraan strategis ini, lanjutnya, peran PTPN akan lebih fokus mengembangkan budi daya perkebunan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional. Sementara noncore business dikerjakan ahlinya tanpa pengalihan hak.

PT Dyandra Promosindo menyambut antusias kemitraan strategis ini. Nantinya, ia akan mengelola aspek pengembangan infrastruktur, food and beverage (F&B), eduwisata, ekowisata, hingga aktivitas luar ruang (outdoor activity) yang diperkirakan akan lebih tren pascapandemi, termasuk menghadirkan gelombang kegiatan pertemuan, insentif, konvensi, dan pameran (meeting, incentive, convention, and exhibition/MICE) di Banaran.

Hal ini sejalan dengan latar holding company PT Dyandra Promosindo yang telah berpengalaman 26 tahun dalam pelaksanaan kegiatan berskala masif, pameran internasional, serta pengelolaan hotel dan venue yang otomatis akan mengakselerasi industri pariwisata dan MICE, khususnya di Jateng.

“Kampoeng Kopi Banaran akan di-upgrade sebagai penunjang aktivitas bagi kaum milenial, komunitas, hingga penyelenggaraan kegiatan MICE di Jawa Tengah," ujar Hendra.

Khusus komoditas kopi, dirinya menargetkan adanya menjenamaan ulang (rebranding) kopi yang lebih kuat dalam periode kerja sama. "Ketika orang asing bicara kopi Indonesia, persepsinya akan identik dengan Banaran," sambungnya.

Sponsored

Kampoeng Kopi Banaran merupakan kawasan wisata seluas 40 hektare (ha), yang merupakan salah satu bisnis unit dari PTPN IX dengan aset 400 ha di kawasan Banaran. Potensi kawasan wisata ini akan dikembangkan lebih modern dan terintegrasi. 

Selain memiliki potensi alam yang eksotis dan udara sejuk, Kampoeng Kopi Banaran juga memiliki keunggulan wilayah karena terletak di segitiga emas Yogyakarta-Solo-Semarang.

Pun sekitar 1 kilometer (km) dari Pintu Tol Bawen, yang terhubung dengan jalur tol trans Jawa dari Jakarta-Surabaya. Lokasi ini memiliki panorama indah karena berlatar belakang Danau Rawa Pening dan perbukitan.

Berita Lainnya