sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ekonomi digital Jabar tumbuh 40%

Capaian ini diklaim tak lepas dari kebijakan pemprov.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Kamis, 10 Des 2020 07:47 WIB
Ekonomi digital Jabar tumbuh 40%

Pertumbuhan ekonomi digital Jawa Barat (Jabar) disebut tertinggi dibandingkan sektor lain dengan capaian di atas 40% saat pandemi Covid-19. Disinyalir karena menjadi keharusan dan kebutuhan kala pagebluk.

"Mereka yang tidak mau dipaksa migrasi ke digital pasti akan jadi kelompok yang kalah. Inilah yang akhirnya selama satu tahun terjadi lompatan pertumbuhan ekonomi digital di Jabar," ujar Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.

Dirinya sesumbar, capaian tersebut tak lepas dari kebijakan pemerintah provinsi (pemprov). Dicontohkannya dengan penerapan birokrasi 3.0, di mana siapa pun dapat terlibat sebagai organ pembangunan.

"Saya mendirikan unit kerja digital untuk melayani masyarakat, di antaranya Jabar Digital Service. Saya merekrut anak muda untuk membuat aplikasi-aplikasi untuk menyelesaikan persoalan di Jabar," ungkap Emil, sapaannya.

Lalu membentuk Jabar Saber Hoaks dengan tugas melacak berita-berita bohong yang beredar di masyarakat. Ada pula Jabar Quick Respons dengan tugas mencari keluhan di media sosial yang sifatnya kemanusiaan, seperti rumah roboh dan kesulitan membayar biaya rumah sakit.

"Itu contoh kecil tiga unit kerja yang didirikan sebagai jawaban bahwa digitalisasi sangat dibutuhkan," ucapnya, menyitir situs web Pemprov Jabar.

"Pajak kami juga meningkat dengan hadirnya transformasi digital, di mana kami bekerja sama dengan platform belanja online dan membuat sejumlah aplikasi," tambahnya.

Dari sisi ekonomi, sambung Emil, didirikan pusat digital di desa-desa sebagai tempat jualan produk setempat secara daring (online).

Sponsored

"Sekarang peternak lele di Indramayu menggunakan aplikasi untuk memberi pakan lele. Hasilnya, panen bisa empat kali dalam setahun," tutur bekas Wali Kota Bandung ini memberikan contoh lainnya.

Menurutnya, digitalisasi oleh pemprov terbagi menjadi dua. Smart city untuk perkotaan atau daerah urban dan smart village untuk pedesaan. "Di situ sangat jelas road map menuju digital West Java."

Berita Lainnya