sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ekonomi RI kuartal II diramal minus 6%

Krisis yang terjadi saat ini disebabkan oleh melemahnya permintaan.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 21 Jul 2020 14:54 WIB
Ekonomi RI kuartal II diramal minus 6%
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 266845
Dirawat 60431
Meninggal 10218
Sembuh 196196

Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terkontraksi 1,5%-3% pada tahun 2020.

Direktur Eksekutif CORE Mohammad Faisal mengatakan jika puncak pandemi terjadi di kuartal IIII hingga kuartal IV dan pemerintah masih tetap menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), maka pertumbuhan ekonomi terancam terkontraksi hingga 3%.

"Kontraksi terdalam di kuartal II 2020, kami perkirakan terkontraksi 4%-6%. Ini sangat bisa dimengerti kalau dilihat kasus Covid-19 yang terus meningkat setelah new normal," ujar Faisal dalam diskusi CORE, Selasa (21/7).

Faisal melanjutkan, krisis yang terjadi saat ini disebabkan oleh melemahnya permintaan, bukan karena gangguan pada ketersediaan. Lesunya permintaan, lanjut Faisal, terlihat pada indikator indeks penjualan riil yang menggambarkan sektor ritel di Indonesia mengalami kontraksi tajam sejak pandemi. Bahkan pada puncaknya di bulan Mei, pelemahan riil menyentuh minus 20,6%.

Sebelumnya ketika kenormalan baru diterapkan di bulan Juni, indeks penjualan riil ini sempat diprediksi akan membaik. Namun ternyata realisasinya sangat sulit karena masyarakat masih menahan konsumsi.

"Kontraksinya tetap double digit, kami prediksi di angka minus 14%," tuturnya.

Di samping itu, kebijakan pemerintah menerapkan kenormalan baru atau yang sekarang disebut adaptasi kebiasaan baru, tidak bisa menghindari Indonesia dari ancaman resesi. Faisal berpendapat, Indonesia akan mengalami resesi ekonomi pertama kali sejak krisis tahun 1998.

"Walaupun sekarang belum masuk resesi, kemungkinan besar kontraksi pada triwulan-II dan III. Kalau terjadi, ini menjadi resesi pertama sejak 1998 walaupun karakteristiknya berbeda," kata Faisal. 

Sponsored
Berita Lainnya
×
img