sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Mendag tingkatkan ekspor nonmigas untuk selamatkan Indonesia dari resesi

Surplus neraca perdagangan semester I-2020 tersebut belum ditopang ekspor nonmigas yang masih mengalami kontraksi 3,61%.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Senin, 31 Agst 2020 20:04 WIB
Mendag tingkatkan ekspor nonmigas untuk selamatkan Indonesia dari resesi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto mengatakan, neraca perdagangan Indonesia pada semester I-2020 mengalami surplus sebesar US$54,8 miliar. Ini dipicu perdagangan impor nonmigas yang meningkat 11,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Namun demikian, dia menyatakan, surplus neraca perdagangan pada semester I-2020 tersebut masih belum ditopang ekspor nonmigas yang mengalami kontraksi sebesar 3,61% dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

Oleh karena itu, Agus menargetkan menggenjot pertumbuhan ekspor nonmigas pada semester kedua agar dapat menopang pertumbuhan ekonomi di kuartal III dan IV-2020 agar kontraksi ekonomi tidak semakin dalam.

"Hal lain yang perlu kami fokuskan. adalah kita harus mampu mendongkrak ekspor nonmigas yang pada semester pertama masih defisit 3,61% dari periode tahun 2019," katanya dalam video conference, Senin (31/8).

Tetapi, menurutnya, neraca perdagangan Indonesia selama pandemi Covid-19 atau periode Januari hingga Agustus 2020 masih mengalami surplus sebesar Rp8,75 miliar. Dia pun mengklaim, surplus tersebut tertinggi sejak 2011.

"Dengan surplus neraca perdagangan ini, merupakan titik balik dalam memperbaiki perekonomian kita. Dan yang penting kita juga mengamankan dan memperkuat pasar dalam negeri dengan menjaga porsi konsumsi nasional yang sebesar 56% terhadap PDB," ujarnya.

Dia menguraikan, pergerakan kinerja positif perdagangan mulai tercermin dari nilai ekspor Indonesia pada Juli 2020 yang mencapai US$13,73 miliar atau meningkat 14,30% dibandingkan ekspor Juni 2020.

Agus menuturkan, kinerja positif perdagangan tersebut harus terus dijaga di tengah krisis yang disebabkan pandemi Covid-19. Harapannya, resesi ekonomi yang membayangi perekonomian nasional dapat diredam.

Sponsored

"Di masa pandemi Covid-19 yang sulit ini, bagaimana pada kuartal ke-II 2020 perekonomian kita mengalami kontraksi sebesar 5,32% secara tahunan. Karena itu, kita jangan lengah dan memiliki sense of crisis yang sama," ucapnya.

Berita Lainnya