sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Emil minta moda penghubung kereta cepat segera diputuskan

Kemenhub menargetkan keputusan sudah terbit pada November 2020.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 16 Okt 2020 18:33 WIB
Emil minta moda penghubung kereta cepat segera diputuskan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 377.541
Dirawat 63.576
Meninggal 12.959
Sembuh 301.006

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, meminta pemerintah dan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) segera memutuskan moda transportasi penghubung Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung, ke pusat Kota Bandung. 

"Yang masih belum diputuskan secara jelas (menyangkut proyek kereta cepat Jakarta-Bandung), adalah penghubung dari stasiun terakhir di Tegalluar menuju Kota Bandung. Apakah light rail transit (LRT)? Harus segera diputuskan. Saya lihat dari Kemenhub (Kementerian Perhubungan) dan KCIC belum fix memutuskan," ujarnya.

Emil, sapaannya, mendorong demikian dengan dalih moda transportasi terintegrasi bakal memudahkan mobilitas masyarakat. "Apa pun itu, waktu sudah mendesak."

Kereta cepat Jakarta-Bandung, yang akan memiliki rute sepanjang 142,3 kilometer (km), rencananya memiliki empat stasiun pemberhentian. Perinciannya, Stasiun Halim, Karawang, Walini, dan Stasiun Tegalluar.

Pengerjaan salah satu proyek strategis nasional (PSN) ini ditargetkan mencapai 70% pada akhir 2020.

Sementara itu, Direktur Prasarana Perkeretaapian Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Heru Wisnu Wibowo, berjanji, moda transportasi penghubung stasiun akan diputuskan pada November 2020.

"Banyak alternatif. Saya harap di bulan depan sudah diputuskan," katanya, mencuplik situs web Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

Dirinya menerangkan, Kemenhub terus berkoordinasi dengan KCIC penentuan lokasi yang paling efektif. Juga menambahkan, pola pembangunannya menggunakan sistem business to business (B2B) bukan kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU).

Sponsored

"Untuk fasilitas integrasinya ini nanti akan disiapkan oleh investor bukan pemerintah karena kereta cepat ini investasi swasta," kilahnya.

Di sisi lain, Emil sesumbar, keberadaan kereta cepat akan membidani lahirnya tiga pusat pertumbuhan ekonomi baru di "Bumi Pasundan", yakni kawasan terpadu berkonsep pembangunan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) di Karawang, Walini, dan Tegalluar.

"Jadi, jalur transportasi ini jangan dilihat hanya dari mewadahi kebutuhan volume pergerakan mobilitas eksisting, tapi juga jadi alasan melahirkan gagasan kota baru," tuturnya.

Bekas Wali Kota Bandung itu pun mengklaim, keberadaan kereta cepat nantinya bakal membuat masyarakat memiliki banyak opsi tempat tinggal selain di kawasan metropolitan di Jabodetabek atau Bandung Raya lantaran mempertimbangkan waktu, bukan lagi jarak.

"Kalau ditanya berapa jauh Jakarta-Bandung? Jawaban konvensional biasanya 130 kilometer, tetapi di masa depan jawabannya adalah 36 menit. Jadi, waktu akan menjadi kata kunci baru dalam mempersepsikan sebuah jarak di masa depan," tandasnya.

Berita Lainnya