sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Empat desa fiktif di Konawe dapat dana Rp9,3 miliar

Kemendagri menemukan empat desa fiktif di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, mendapatkan aliran dana sejak 2017.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 19 Nov 2019 18:04 WIB
Empat desa fiktif di Konawe dapat dana Rp9,3 miliar
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 236519
Dirawat 55000
Meninggal 9336
Sembuh 170774

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menemukan empat desa fiktif di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mendapatkan transfer dana dari pusat.

Direktur Fasilitas Keuangan dan Aset Pemerintahan Desa Kemendagri Benni Irwan menyebut keempat desa tersebut telah menerima dana desa sejak 2017 dengan anggaran sebesar Rp9,3 miliar.

"Dari 56 desa itu yang diverifikasi ada 4 desa saat ini oleh tim Kemendagri saat ini. Masih proses karena ada verifikasi lanjutan, sehingga bisa kita berikan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk menyelesaikannya," katanya di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Jakarta, Selasa (19/11).

Benni mengungkapkan, dari Rp9,3 miliar dana desa yang dianggarkan untuk empat desa tersebut, realisasinya baru mencapai  47%. Dia pun menyatakan aliran dana desa tersebut telah dihentikan sejak mencuatnya isu desa fiktif beberapa waktu belakangan.
 
"Dari Rp9,3 miliar itu baru 47% ke empat desa, karena desa itu masih dalam pemeriksaan aparat penegak hukum. Jadi pemerintah daerah tidak cukup berani untuk melanjutkan penyaluran," ujarnya.

Penyalurannya pun, katanya, terhenti di tahap dua dan tiga. Hasil ini diketahui dari verifikasi di lapangan yang dilakukan oleh pemerintahan daerah atas supervisi yang dilakukan oleh Kemendagri.

"Jadi hasil verifikasi sementara itu, ditemukan ada yang sejak tahap dua dihentikan dan tahap tiga dihentikan. Jadi begitu kita mendapat informasi dari pemerintah daerah bahwa ada desa yang ditindak penegak hukum, pada saat itu sudah ditahan," jelasnya.

Dia pun menuturkan, saat ini baru Kabupaten Konawe yang fokus di investigasi dan diverifikasi karena Kabupaten ini yang banyak mencuat di media massa.

"Karena itu yang terangkat, wilayah lain akan kita lihat dulu, apakah ada masalah seperti itu. Sambil penataan di wilayah lain," ucapnya.

Sponsored

Benni pun menjelaskan, empat desa yang terverifikasi fiktif tersebut masih mungkin bertambah. Dari 297 desa yang terdapat di Kabupaten Konawe, pemda masih terus melakukan investigasi untuk mendata desa yang masih bermasalah.

"Memang sekarang ada empat, tapi nanti bisa jadi berkurang atau bertambah," tukasnya.

Berdasarkan data Kemendagri keempat desa bermasalah itu yakni Desa Arombu Utama Kecamatan Latoma, Desa Lerehoma Kecamatan Anggaberi, Desa Wiau Kecamatan Routa dan Desa Napooha Kecamatan Latoma.

Berita Lainnya