sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Erick Thohir: Ada 800 anak-cucu BUMN, 70% akan dipangkas

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan sebanyak 142 BUMN memiliki 800 anak-cucu usaha yang tidak efisien.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 03 Apr 2020 20:10 WIB
Erick Thohir: Ada 800 anak-cucu BUMN, 70% akan dipangkas
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 26473
Dirawat 17552
Meninggal 1613
Sembuh 7308

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut sekitar hampir 70% anak dan cucu usaha BUMN perlu dikonsolidasikan. Angka tersebut merupakan hasil pemetaan portofolio yang dilakukan Kementerian BUMN terhadap 142 perusahaan BUMN beserta 800 anak usahanya.

"Ada 68% (anak-cucu BUMN) yang harus dikonsolidasikan karena pangsa pasarnya rendah tapi daya tarik pasarnya tinggi," kata Erick dalam rapat kerja virtual bersama Komisi VI DPR RI, Jumat (3/4).

Pemetaan bisnis ini, kata Erick, dilakukan agar perusahaan BUMN menjadi lebih selektif dan efisien menjalankan operasional bisnisnya sehingga menghasilkan laba yang lebih besar.

Selain itu, lanjut Erick, dari pemetaan bisnis tersebut, sebanyak 9,1% perusahaan BUMN perlu dipertahankan posisinya dan dikembangkan karena memiliki pangsa pasar yang tinggi dan daya tarik pasar yang tinggi.

Kemudian, sebanyak 6,3% perusahaan BUMN perlu melakukan transformasi karena memiliki kinerja yang rendah dan berisiko sistemik. Lalu, 8,2% BUMN akan diutamakan untuk melakukan pelayanan publik karena daya tarik pasar yang rendah.

Adapun sisanya sebanyak 8,2% BUMN harus didivestasi atau bermitra. Sebab, perusahaan-perusahaan tersebut memiliki pangsa pasar daya tarik pasar yang rendah.

"Tapi saya tekankan data ini masih dinamis," ujar Erick.

Sebelumnya, Erick mengatakan akan melakukan konsolidasi BUMN secara bertahap. Sebab, 142 perusahaan BUMN saat ini memiliki sekitar 800 anak dan cucu usaha.

Sponsored

Hari ini, perusahaan BUMN seperti Garuda Indonesia mengatakan akan menutup 6 anak usahanya. Lalu Telkom akan menutup 20 anak usahanya yang akan berjalan dalam waktu dua tahun. Begitu pula dengan Pertamina yang tahun ini berencana melikuidasi dan mendivestasi sejumlah 25 anak usahanya pada tahun 2020-2021.

Berita Lainnya