sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Erick Thohir akan bentuk holding industri manufaktur

Enam perusahaan BUMN akan membentuk kluster industri manufaktur

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Selasa, 07 Jan 2020 15:15 WIB
Erick Thohir akan bentuk holding industri manufaktur

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir akan membentuk kluster industri manufaktur. Sebanyak enam perusahaan pelat merah akan bergabung dalam holding baru yang direncanakan rampung pada 2020 tersebut.

"Menteri BUMN menugaskan enam perusahaan untuk membentuk kluster industri manufaktur," ujar Direktur Utama PT Barata Indonesia Fajar Harry Sampurno di Jakarta, Selasa (7/1).

Fajar mengatakan keenam perusahaan yang akan membentuk kluster industri manufaktur itu yakni PT Barata Indonesia (Persero), PT Boma Bisma Indra (BBI), PT Dok Perkapalan Surabaya (DPS), PT Dok Kodja Bahari (DKB), PT Industri Kereta Api (Inka), dan PT Industri Kapal Indonesia (IKI). Adapun Barata akan menjadi koordinator atau induk holding tersebut.

"Produksinya macam-macam seperti kapal, turbin, alat-alat berat, pokoknya berkaitan dengan industri produsen alat-alat berat," katanya.

Menurut Fajar, pembentukan kluster itu juga sekaligus untuk melakukan penyehatan dan melakukan konsolidasi bagi BUMN sektor manufaktur. 

Dengan demikian, keenam perusahaan ini saling sinergi dalam produksi seperti pembuatan kapal laut, pemeliharaan, percepatan pembangunan kilang untuk PT Pertamina (Persero) maupun pembangkit listrik untuk PT PLN (Persero).

"Tahapannya kita mengonsolidasikan operasi terlebih dahulu, pemeliharaan, kemudian kita juga mendukung Pertamina untuk percepatan pembangunan kilang, pembangunan pembangkit untuk PLN," ujar Fajar.

Dia juga mengungkapkan yang ingin dicapai dari pembentukan kluster ini adalah perluasan skala bisnis, efisiensi, pertukaran tenaga kerja, dan percepatan rantai teknologi.

Sponsored

Menteri BUMN Erick Thohir, menurut Dirut Barata itu, menargetkan pembentukan kluster industri manufaktur tersebut dapat rampung pada tahun ini.

"Bentuknya mungkin holding, rencana sebelumnya bernama NSHI cuma sekarang dalam surat keputusannya Menteri berganti namanya menjadi kluster industri manufaktur mengingat PT PAL ikut kluster industri pertahanan," ujar Fajar Harry. (Ant)

Berita Lainnya