sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Erick Thohir: BUMN pasok 4,7 juta masker akhir Maret

Kementerian BUMN juga telah mengimpor alat tes Covid-19 dari Singapura dan Swiss.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 20 Mar 2020 15:22 WIB
Erick Thohir: BUMN pasok 4,7 juta masker akhir Maret
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menjamin ketersediaan obat, masker, dan alat pelindung diri (APD) untuk menangani pandemi Covid-19.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pengadaan barang-barang tersebut akan dilakukan menggunakan dana corporate social responsibility (CSR) BUMN.

"BUMN farmasi terus memproduksi kebutuhan yang diperlukan. Nanti pada 31 Maret, akan tersedia 4,7 juta masker," kata Erick dalam konferensi video dari Jakarta, Jumat (20/3).

Erick melanjutkan, 4,7 juta masker tersebut merupakan produksi BUMN saja, belum termasuk yang diproduksi perusahaan swasta.

Selain itu, Erick mengatakan, Kementerian BUMN juga telah menyiapkan obat untuk perawatan pasien Covid-19. Jumlah dari obat-obatan tersebut cukup untuk 60.000 pasien Covid-19.

"Saya tak bisa bicara mereknya apa. Yang penting hari ini obat ini tersedia bagi yang sakit, sudah digunakan di beberapa negara juga," ujar dia.

Sementara, untuk alat uji cepat, Erick mengatakan Indonesia telah mendapatkan bantuan dari Singapura. Alat uji tersebut, kata Erick, telah diserahkan ke Kementerian Kesehatan. Selain itu, Kementerian BUMN juga membeli alat tes Covid-19 dari Swiss yang akan datang pada akhir bulan ini.

Erick mengatakan banyak penawaran yang datang untuk membeli alat tes. Tetapi, pemerintah ingin memastikan terlebih dahulu seperti apa kualitas dari alat tes tersebut.

Sponsored

Dia menjelaskan saat ini ada dua macam alat tes yang digunakan, yaitu alat tes yang mengambil sampel air liur dan yang mengambil sampel darah.

"Nah, kita prioritaskan yang mengambil sampel air liur ini, karena akan digunakan untuk rumah sakit. Yang penting sekarang alat tes harus ada karena kita tak mau masyarakat panik," tuturnya.

Sementara, untuk alat pelindung diri (APD), Erick mengatakan pemerintah telah mencari stok ke berbagai tempat. Selain itu, kalangan swasta yang kerap kali berhubungan dengan dirinya juga siap membantu mencarikan stok masker dan APD.

Berita Lainnya