sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Erick Thohir: Keputusan Presiden tidak melakukan lockdown sudah tepat

Jika melihat data, penanganan Covid-19 lebih baik jika dibandingkan dengan negara berpopulasi terbesar di dunia seperti Amerika Serikat.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Sabtu, 15 Agst 2020 13:07 WIB
Erick Thohir: Keputusan Presiden tidak melakukan lockdown sudah tepat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir menyampaikan, keputusan Presiden Joko Widodo untuk tidak menerapkan lockdown adalah keputusan tepat.

"Kebijakan Presiden tidak melakukan lockdown Indonesia sudah sangat tepat. Ada gas, ada rem," ujar Erick dalam diskusi Forum Merdeka Barat, Sabtu (15/8).

Menurutnya, asumsi di luar negeri yang melihat Indonesia gagal total dalam menghadapi Covid-19 tidaklah tepat. Erick mengatakan jika melihat data, penanganan Covid-19 lebih baik jika dibandingkan dengan negara berpopulasi terbesar di dunia seperti Amerika Serikat, Rusia, dan India.

Dengan tidak menerapkan lockdown, kata Erick, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tercatat lebih baik dibandingkan negara tetangga. Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 tercatat terkontraksi -5,32%. Sementara pertumbuhan ekonomi Malaysia terkontraksi -17,1%, Singapura -13,2%, dan Filipina -16,5%.

Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, Indonesia harus bisa membajak Covid-19 menjadi peluang untuk lompatan kemajuan. Apalagi, berbagai lembaga seperti World Bank, IMF, dan ADB memprediksi ekonomi Indonesia akan tumbuh masing-masing 4,8%, 4,1% dan 5,5% ke depan.

"Kalau bangsa luar percaya, masa kita pesimis? Makanya sayang sekali kalau kegiatan yang dilakukan pemerintah, baik melalui kementerian, pemerintah daerah, atau PEN, tidak mentransformasi strategi besar bangsa Indonesia," ujarnya.

Erick juga menuturkan, menurut pakar, Indonesia telah memiliki dua modal dasar yang kuat. Pertama, jumlah penduduknya besar dan kedua, sumber daya alam yang kaya.

"Kekurangan kita, harus melakukan upgrade logistik dan supply chain kita," tuturnya.

Sponsored
Berita Lainnya
×
img