sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Erick Thohir minta BUMN setor dividen lebih banyak

Erick Thohir bilang BUMN harus menggenjot kinerja keuangan.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Rabu, 26 Feb 2020 16:05 WIB
Erick Thohir minta BUMN setor dividen lebih banyak
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta perusahaan-perusahaan BUMN menyetor dividen lebih banyak lagi ke negara. Erick menyebut hingga saat ini setoran dividen perusahaan pelat merah mencapai Rp467 triliun.

"Ini mau kita pastikan, jangan sampai kontribusi ke negara turun," kata Erick Thohir di Jakarta, Rabu (26/2).

Untuk itu, kata Erick, BUMN harus menggenjot kinerja keuangan. Dia juga membuka kesempatan bagi BUMN untuk berpartner dengan perusahaan swasta. Namun demikian, kata dia, perusahaan pelat merah harus berhati-hati dalam menjalin kemitraan.

Sebab, selama ini, menurut Erick banyak perusahaan swasta yang menaruh orangnya di dalam perusahaan BUMN agar bisnis mereka terus berjalan. Ia tak masalah dengan hal tersebut selama transparan dan terbuka.

"Saya berharap, saya ingin swasta bekerja sama dengan BUMN, tapi saya titip jangan diakali. Kalau saya bangun ekosistem, ayo sama-sama membangun Indonesia jadi negara maju, agar bisa bersaing dengan perusahaan asing," kata Erick.

Selain itu, perusahaan BUMN wajib melakukan pengembangan inovasi dalam bisnisnya. Jika tidak ada pembaruan, kata dia, perusahaan BUMN terancam kolaps di era disrupsi ini.

Selain itu, Erick mengatakan sebuah usaha harus memiliki sistem manajemen yang baik dan orang yang baik agar bisa bertahan.

"Karena itu saya memastikan dividen ke negara, net profit, itu meningkat," ujar dia.

Sponsored

Erick pun tak mau perusahaan BUMN hanya melakukan revaluasi aset yang tidak menghasilkan uang. Erick pun memastikan direksi BUMN yang merugikan perusahaan BUMN akan dicopot.

"Ini saya stop, jadi kami memastikan bisnis yang benar. Kalau ada untung itu karena ada cashnya, bukan karena revaluasi asetnya," tutur Erick.

Untuk diketahui, setoran dividen dari laba bersih emiten BUMN tahun 2018 mencapai Rp40,34 triliun ke kas negara. Adapun sepanjang periode 1994-2016 perusahaan-perusahaan milik pemerintah menyetor dividen ke negara dengan total Rp407,24 triliun.

Berikut rincian pembagian dividen perusahaan BUMN tahun 2018.

PT Adhi Karya Tbk.: Rp128,83 miliar
PT Bank Mandiri Tbk.: Rp16,49 triliun (tahun buku 2019)
PT Bank Negara Indonesia Tbk.: Rp3,85 triliun (tahun buku 2019)
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.: Rp20,63 triliun (tahun buku 2019)
PT Bank Tabungan Negara Tbk.: Rp561 miliar
PT Jasa Marga Tbk.: Rp330 miliar
PT Kimia Farma Tbk.: Rp83,19 miliar
PT Pembangunan Perumahan Tbk.: Rp300 miliar
PT Perusahaan Gas Negara Tbk.: Rp1,38 triliun
PT Semen Baturaja Tbk: Rp18,97 miliar.
PT Semen Indonesia Tbk.: Rp1,23 triliun
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.: Rp16,23 triliun
PT Waskita Karya Tbk.: Rp990,7 miliar
PT Wijaya Karya Tbk.: Rp346,05 miliar
PT Bukit Asam Tbk.: Rp3,76 triliun
PT Timah Tbk.: Rp185,97 miliar
PT Aneka Tambang Tbk.: Rp306 miliar
PT Pertamina: Rp8,4 triliun

Berita Lainnya