sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Erick Thohir minta Telkom setor dividen lebih besar ke negara

Selama ini penghasilan terbesar dari anak Telkom yakni PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel).

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 21 Feb 2020 20:27 WIB
Erick Thohir minta Telkom setor dividen lebih besar ke negara
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) untuk memberikan dividen yang lebih besar lagi ke negara. 

Sebab, selama ini setoran dividen yang besar dari anak usaha Telkom, PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), tak bisa diberikan langsung ke pemerintah karena harus melalui Telkom. 

"Contohnya, pemegang saham perusahaan Telkomsel, anggap dividennya Rp10 triliun. Tapi karena dimiliki Telkom, dividennya enggak Rp10 triliun, hanya Rp3 triliun," kata Erick saat bincang-bincang bersama wartawan di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (21/2).

Paling tidak, lanjut Erick, Telkom bisa menyetor dividen Rp5 triliun ke kas negara. Sebab, apabila dividen yang dibagi besar, pemegang saham juga akan senang. 

"Apalagi kalau strategi bisnisnya meyakinkan. Orang akan percaya dan investasi jangka panjang," tutur Erick.

Sebagai informasi, pada 2019 lalu Telkom membagikan dividen sebesar Rp16,23 triliun atau setara 90% dari laba bersih tahun buku 2018 sebesar Rp 18,03 triliun. Dari jumlah dividen tersebut, 60 % atau Rp10,82 triliun akan dibagi sebagai dividen tunai dan 30% atau Rp5,41 triliun merupakan dividen spesial. 

Pembagian dividen tersebut merupakan rasio dividen tertinggi yang dibagikan Telkom dalam beberapa tahun terakhir.

Adapun sebelumnya, Erick menyebut bahwa Telkom sebagai induk terlalu bergantung kepada anak usahanya, Telkomsel. Nyaris 70% penghasilan Telkom, kata dia, disumbang oleh Telkomsel.

Sponsored

“Enak di Telkom, Telkomsel dividen, revenue Telkomsel digabung ke Telkom hampir 70%. Mendingan enggak ada Telkom, mending Telkomsel langsung dimiliki Kementerian BUMN, dividennya jelas," ujar Erick (12/2).

Setelah disentil Erick, saham emiten berkode TLKM tersebut terjun selama tiga hari perdagangan sejak tanggal 13 Februari 2020 sampai 17 Februari 2020. Dengan akumulasi penurunan harga hingga 5% ke level Rp3.610, dari Rp3.820 per saham pada 12 Februari 2020.

Pada penutupan perdagangan hari ini, Jumat (21/2), saham TLKM ditutup di zona hijau pada level Rp3.690 per saham atau naik 1,65%.

Berita Lainnya