sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Erick Thohir sebut bongkar pasang pejabat BUMN untuk penyegaran

Pergantian pengurus BUMN bisa terkait Key Performance Index (KPI) yang tidak mencapai target.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Jumat, 10 Jan 2020 14:48 WIB
Erick Thohir sebut bongkar pasang pejabat BUMN untuk penyegaran

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa perombakan pengurus BUMN, baik komisaris maupun direksi merupakan hal lumrah dan tidak perlu diributkan.

"Terdapat 143 perusahaan BUMN, boleh kan kami review komisaris dan direksi dalam rangka penyegaran. Itu merupakan hal yang lumrah, kenapa harus diributkan," ujar Erick di Jakarta, Jumat (10/1).

Sementara, Erick menjelaskan pergantian pengurus BUMN tersebut bisa terkait Key Performance Index (KPI) yang tidak mencapai target atau secara operasional menyalahi tata kelola korporasi baik dan bersih (good corporate governance).

Erick juga mengatakan akan menggelar pertemuan bulanan dengan komisaris dan direksi perusahaan-perusahaan BUMN.

Dia juga  menegaskan para pimpinan BUMN tidak perlu melakukan lobi-lobi untuk mempertahankan jabatan karena yang penting mereka tetap mengedepankan atau memprioritaskan profit perusahaan.

"Kalau begini mana bisa kompak!," kata Menteri BUMN tersebut.

Erick Thohir kembali menegaskan bahwa para pemimpin perusahaan BUMN harus memiliki tiga hal yakni akhlak, loyalitas, dan kerja sama tim.

Sebelumnya, Erick Thohir mengatakan akan melakukan evaluasi total terhadap BUMN dalam rangka profesionalitas dan menciptakan iklim yang baik serta sehat.
Erick juga siap melakukan bersih-bersih dalam rangka mencari hal-hal yang positif yang saling membangun dan bersinergi antar-BUMN.

Sponsored

Namun, Menteri BUMN tersebut menilai bongkar pasang direksi dan komisaris BUMN tidak dibutuhkan selama manajemen BUMN tersebut profesional dan laba (bottom line) tercapai.

Sementara itu, Koordinator Sinergi Kawal BUMN Arief Rachman meminta Erick Thohir untuk mengevaluasi secara menyeluruh kinerja direksi dan komisaris BUMN yang dinilai tidak meningkat.

Usul tersebut merupakan salah satu dari sejumlah saran yang disampaikan kepada Menteri BUMN yang baru untuk bisa menghadapi tantangan ke depan. (Ant)
 

Berita Lainnya