sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Erick Thohir tunjuk Ahok jadi Komisaris Utama Pertamina

Erick Thohir resmi menunjuk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi Komut Pertamina setelah disetujui Presiden Jokowi.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Jumat, 22 Nov 2019 18:26 WIB
Erick Thohir tunjuk Ahok jadi Komisaris Utama Pertamina
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 240687
Dirawat 56889
Meninggal 9448
Sembuh 174350

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

"Insyaallah sudah putus dari beliau (Presiden Jokowi), Pak Basuki akan jadi Komut (Komisaris Utama) Pertamina," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/11).

Erick Thohir menyampaikan hal tersebut seusai berbicara empat mata dengan Presiden Jokowi di beranda Istana Merdeka sekitar 10 menit.

Erick mengatakan Ahok akan didampingin Wakil Menteri BUMN Budi Gunadi Sadikin menjadi Wakil Komisaris Utama. Selanjutnya, mantan Direktur Telkomsel Emma Sri Martini menjadi Direktur Keuangan Pertamina.

Menurut Erick, baik direksi maupun komisaris BUMN pun tidak boleh terafiliasi dengan partai politik. Untuk itu, Ahok harus mengundurkan diri dari partai. Terkait konsekuensi itu, Erick mengaku sudah membicarakannya dengan Ahok.

"Pasti semua komisaris di BUMN apalagi direksi harus mundur dari partai, itu sudah clear," ungkap Erick.

Erick menilai bahwa dengan menjadikan Ahok sebagai Komut PT Pertamina, Ahok dapat mendorong perusahaan itu mencapai target.

"Yang terpenting bagaimana mengurangi impor migas harus tercapai. Bukan berarti anti-impor tapi mengurangi, lalu proses-proses pembangunan refinery (penyulingan) ini amat sangat berat jadi saya perlu team work yang besar tidak bisa dirut saja," jelas Erick.

Sponsored

Apalagi Erick mengatakan bahwa Ahok termasuk tipe pendobrak.

"Karena itulah kenapa kemarin kita juga ingin orang yang pendobrak, bukan pendobrak marah-marah. Saya rasa Pak Basuki berbeda, Pak Ahok berbeda, kita perlu figur pendobrak supaya ini sesuai dengan target toh beliau komisaris utama, kan direksinya yang day to day tapi menjaga supaya ini semua (berjalan)," kata Erick.

Terkait penolakan serikat pekerja Pertamina terhadap kehadiran Ahok, Erick mengatakan hal tersebut wajar.

"Ya saya rasa pro kontra tidak hanya Pak Basuki, saya sendiri ada pro kontra, Pak Chandra (Hamzah) ada pro kontra yang penting begini, kasih kesempatan kita bekerja, dan lihat hasilnya," ungkap Erick.

Berita Lainnya