sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Erick Thohir ungkap strategi benahi BUMN mati suri

Banyak BUMN yang mengalami kerugian, kesulitan keuangan, dan tidak mampu bersaing.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Jumat, 21 Feb 2020 15:35 WIB
Erick Thohir ungkap strategi benahi BUMN mati suri
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 2273
Dirawat 1911
Meninggal 198
Sembuh 164

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui sejumlah perusahaan pelat merah mengalami kerugian berat bahkan nyaris mati suri (death weight). Untuk itu, Erick sudah menyiapkan strategi pembenahan BUMN tersebut.

Erick mengatakan Kementerian BUMN akan membentuk subholding khusus bagi perusahaan negara yang mati suri.

"Saya ingin masing-masing Wakil Menteri BUMN memegang tujuh subholding atau lebih dan nanti akan ada khusus untuk death weight. Jadi 15 subholding," kata Erick saat bincang-bincang bersama wartawan, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (21/2).

Erick mengungkapkan perusahaan BUMN yang masuk dalam kriteria death weight tersebut misalnya perusahaan dengan keuangan merosot dan tidak mampu bersaing secara bisnis. Dia mengatakan saat ini pihaknya juga tengah melakukan proses pemetaan untuk penentuan holding tersebut. 

"Mapping-nya di situ, tapi ini masih dalam proses, belum beres. Masih ada harapan dibangkitkan lagi," ujar Erick. 

Selanjutnya, Erick membuka opsi untuk melakukan penggabungan usaha (merger) atau menutup perusahaan BUMN yang mati suri. Namun demikian, kata dia, keputusan ini harus menunggu kebijakan presiden. 

Untuk merger, Erick mengatakan hal tersebut membutuhkan pemetaan yang diperkirakan membutuhkan waktu tiga bulan sejak regulasi dari pemerintah keluar. 

"Mapping sudah mulai berjalan, tapi kami enggak mau terburu-buru. Kan ini tak sekedar merger dan menutup. Kami mesti lihat nilai perusahaannya," tutur Erick. 

Sponsored
Berita Lainnya