sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Faisal Basri nilai pemerintah tidak punya strategi hadapi pandemi

Dalam struktur Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, hanya ada satu unsur kesehatan yang ditangani oleh Kemenkes.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 31 Agst 2020 14:17 WIB
Faisal Basri nilai pemerintah tidak punya strategi hadapi pandemi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Ekonom Senior Universitas Indonesia Faisal Basri menilai, pemerintah tidak mempunyai strategi untuk menghadapi pandemi Covid-19. Adapun perintah Presiden yang menyarankan untuk melakukan gas dan rem, bukanlah sebuah strategi.

"Gas rem, gas rem, itu artinya enggak ada strategi. iIu trial dan error. Pokoknya buka dulu. Nanti kalau banyak rem. Masya Allah, itu nyawa manusia," ujar Faisal dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Komisi VI DPR, Senin (31/8).

Dia memandang selama ini pemerintah terlalu fokus mengejar perlambatan ekonomi, dibanding menangani pandemi Covid-19 dari aspek kesehatan.

Faisal menyebut, dalam struktur Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, hanya ada satu unsur kesehatan yang ditangani oleh Kementerian Kesehatan. Selebihnya adalah penanganan ekonomi dan politik pertahanan.

Sponsored

"Kalau dulu gugus tugas di bawah Presiden sekarang di bawah Menteri BUMN. Betul-betul penanganan virus ini lebih ke arah ekonomi dan narasinya yang selalu disampaikan oleh ketua pelaksana adalah sekarang tunggu vaksin. Jadi sebelum vaksin datang, kita tidak tahu apa yang dilakukan pemerintah, tidak ada strategi," ujar dia.

Indonesia menjadi negara dengan reputasi penanganan Covid-19 terburuk keempat di dunia. Akibatnya, Indonesia masuk dalam daftar hitam negara-negara yang telah sukses menurunkan kurva Covid-19 mereka. Sadar tidak sadar, Indonesia tengah dihukum dunia akibat tidak becus menangani Covid-19.

"Semua ekonom yang saya tahu bilang tangani kesehatan dulu, tidak mungkin (ekonomi dulu). Karena dampaknya kayak sekarang, banyak kantor yang ditutup," tuturnya.

Berita Lainnya