sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Faisal Basri usul Kementerian BUMN dibubarkan

BUMN disebut menjadi anti persaingan dan lebih menikmati permainan kekuasaan.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 31 Agst 2020 19:38 WIB
Faisal Basri usul Kementerian BUMN dibubarkan

Ekonom Senior Faisal Basri mengusulkan untuk menghapus Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia menilai Keberadaan Kementerian BUMN bisa membuat iklim persaingan usaha tidak sehat.

Selama ini Kementerian BUMN telah beberapa kali dipimpin oleh kalangan swasta profesional seperti Rini Soemarno dan kini oleh Erick Thohir. Menurut Faisal, latar belakang swasta tersebut membuat BUMN menjadi anti persaingan dan lebih menikmati permainan kekuasaan (power play).

"Ini yang saya ngeri dengan BUMN kita, takutnya tidak sehat. Ultimate goal dari BUMN ini bisa saya katakan adalah hapuskan Kementerian BUMN ini," ujar Faisal dalam rapat dengar pendapat umum Komisi VI DPR RI, Senin (31/8).

Faisal mengungkapkan kekhawatirannya apabila BUMN didorong melebihi batas normal, maka akan membuat crowd out dunia usaha swasta.

Sponsored

Dia mencontohkan, selama Covid-19, BUMN membuat aliansi strategis dengan mengimpor alat pelindung diri (APD) dan menjualnya ke apotek-apotek dan rumah sakit. Sementara, menurut Faisal, pihak lain tak diperkenankan mengimpor. Menurutnya hal tersebut membuat BUMN tak memiliki pesaing.

"Kita kembalikan ke khitahnya BUMN, mencari yang wajar-wajar. Kan Pertamina makin bagus, Garuda bagus, Telkom bagus, karena ada pesaing," katanya.

Dia pun menyebut target yang dibebankan kepada BUMN untuk meningkatkan porsinya di Produk Domestik Bruto (PDB) bukanlah tujuan BUMN dan visi bangsa. Dia pun berharap ke depannya BUMN memiliki peran yang lebih adil.

"Jadi ayo kita lihat BUMN sebagai katalisator yang perannya lebih fair. Jangan sampai membahayakan, karena kuenya itu-itu juga," tutur dia.

Berita Lainnya