sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Garap big data, Envy Technologies bidik laba Rp7,27 miliar

Emiten anyar PT Envy Technologies Indonesia Tbk. (ENVY) membidik laba bersih Rp7,27 miliar pada tahun ini dengan menggarap jasa digital.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Senin, 08 Jul 2019 21:08 WIB
Garap big data, Envy Technologies bidik laba Rp7,27 miliar

Emiten anyar PT Envy Technologies Indonesia Tbk. (ENVY) membidik laba bersih Rp7,27 miliar pada tahun ini dengan menggarap jasa digital, termasuk big data. 

Direktur Utama ENVY Mohd. Sopiyan bin Mohd. Rashdi mengatakan perolehan dana dari penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) mencapai Rp222 miliar. 

Sejumlah rencana telah dirancang oleh perseroan untuk menggunakan dana hasil IPO. Rinciannya, sebesar 31,40% akan digunakan perseroan untuk kegiatan usaha sistem integrasi informatika. 

Kemudian, sebesar 24,56% akan digunakan untuk kegiatan usaha sistem integrasi telekomunikasi. Selanjutnya, sebesar 2,11% dari dana hasil IPO akan digunakan perseroan untuk penelitian dan pengembangan untuk future product development dan existing product development.

"Sebesar Rp48 miliar atau sebesar 22,84% akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang, dan sisanya 19,09% akan digunakan sebagai modal kerja seperti membayar gaji karyawan, sewa kantor, dan biaya-biaya umum dan administrasi," kata Sopiyan saat paparan publik usai IPO di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (8/7).

Sopiyan menambahkan, untuk tahun ini strategi perseroan adalah membidik penguatan posisi sebagai penyelenggara layanan jasa keamanan informasi digital, pengembangan eksponensial layanan big data, dan layanan digital sektor keuangan, serta penguatan posisi sebagai mitra para perusahaan. 

"Dengan begitu manajemen optimistis pendapatan bisa mencapai Rp102,76 miliar dan tahun 2020 targetnya dipatok sebesar Rp105,40 miliar. Laba bersih juga diproyeksikan mencapai Rp7,27 miliar pada tahun ini, sedangkan tahun depan sebesar Rp23,79 miliar," kata Sopiyan. 

Dari sisi kinerja, ENVY membukukan pendapatan sebesar Rp80,35 miliar pada tahun 2018 dan mengalami kenaikan sebesar Rp77,16 miliar atau setara dengan 2.424,90% dibandingkan pendapatan pada tahun 2017 sebesar Rp3,18 miliar. Kenaikan ini disebabkan oleh pendapatan perseroan dari segmen sistem integrasi informatika sebesar Rp68,28 miliar. 

Sponsored

Selain itu, terjadi peningkatan pendapatan dari segmen sistem integrasi telekomunikasi sebesar Rp10,27 miliar atau naik sebanyak 4.272,50%, setara Rp10,51 miliar sampai akhir tahun 2018 dibandingkan dengan akhir tahun 2017 dengan nilai pendapatan Rp240 juta. 

Pada sistem integrasi informatika, ENVY memberikan layanan proses pembuatan sistem informasi digital yang kompleks, termasuk merancang atau membangun aplikasi yang disesuaikan, kemudian mengintegrasikannya dengan perangkat keras, perangkat lunak, dan sistem komunikasi. 

Kemudian pada sistem integrasi telekomunikasi, ENVY melayani instalasi piranti keras jaringan inti, sistem komunikasi data, dan sistem transmisi digital. Klien ENVY sejak 2015, di antaranya XL Axiata, Indosat Ooredoo, Telkomsel, Jabartel, dan AltoBridge.

Sementara itu, di pilar bisnis keamanan informasi digital, ENVY memberikan layanan perlindungan sistem klien dengan solusi keamanan siber dan pemantauan sistem klien. Klien ENVY pada pilar bisnis ini sejak 2005 seperti Astra International, Bank Danamon, Bank CIMB Niaga, Mandiri, Bank Index, JNE, Maybank, Danareksa, Commonwealth, MegaJiwa, dan BCA Life.

Sementara itu, perusahaan penyedia jasa teknologi informasi tersebut resmi IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (8/7).  

Perusahaan berkode saham ENVY ini menawarkan sebanyak 600 juta saham kepada publik. Jumlah ini setara dengan 33,33% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan, dengan harga IPO Rp370 per saham.

Pada penawaran perdana, saham ENVY melonjak 50% ke level Rp555 per lembar dari harga pembukaan Rp370 per lembar. Saham ENVY diperdagangkan dengan frekuensi sebanyak dua kali, volume saham 66, dan dengan nilai Rp3,63 juta.