sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Garuda beberkan strategi bisnis demi raih profit tinggi

Garuda juga berencana meningkatkan peluang dalam transshipment khususnya untuk Cina, Eropa, dan Australia.

Erlinda Puspita Wardani
Erlinda Puspita Wardani Rabu, 29 Jun 2022 08:59 WIB
Garuda beberkan strategi bisnis demi raih profit tinggi

Garuda Indonesia saat ini tengah gencar memperbaiki kinerja bisnisnya usai proposal perdamaian dalam Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) disahkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Maskapai pelat merah ini menyiapkan beberapa strategi untuk mencapai tujuannya, yakni perusahaan penerbangan yang memiliki keuntungan.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyebut, Garuda Indonesia sebelumnya jarang memperoleh profit tinggi meski pendapatannya tinggi. Hal ini ditengarai tingginya biaya karena banyaknya fleet yang tidak terpakai maksimal, dan lease rate yang terlalu mahal.

“Sesuai mandat Menteri BUMN, Pak Erick Thohir ingin Garuda menjadi lebih baik dan bisa profitability,” ujar Kartika dalam konferensi pers, Selasa (28/6).

Kartika menambahkan, Garuda Indonesia akan memetakan ulang dan mengkaji pola kerja sama dengan maskapai luar negeri terkait code sharing yang optimal.

“Kita akan code sharing. Kalau kita bisa fokus ke beberapa airport utama di Indonesia, tentu kita bisa menjadi feeder atau konektor dari pesawat internasional. Misal Timur tengah atau US masuk Jakarta, kita yang meneruskan ke kota-kota lain,” kata Kartika. 

Untuk mencapai keuntungan yang optimal, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan beberapa strategi bisnisnya, antara lain Garuda akan mempercepat pertumbuhan Citilink sebagai Low Cost Carrier (LCC), karena dianggap memiliki pasar yang sangat tinggi.

Maskapai berkode (GIAA) ini juga akan fokus dengan penerbangan domestik dan mulai menyeleksi penerbangan internasional. Irfan juga menyampaikan, pihaknya akan mempersiapkan rute penghubung Indonesia Barat dan Timur.

“Kami berusaha perbanyak rute ke Timur seperti Papua, Maluku, dan sebagainya. Juga sedang mengembangkan rute yang menghubungkan destinasi wisata yang diusung beberapa kementerian,” ujar Irfan.

Sponsored

Strategi berikutnya, Garuda akan fokus membangun bisnis kargo yang menurut Irfan sempat diabaikan oleh Garuda, karena terlalu fokus ke penumpang. Selain itu, kargo dinilai memiliki pertumbuhan yang menakjubkan di masa pandemi.

Menurut Irfan, kargo akan berfokus pada tiga hal, pertama kargo domestik bekerja sama dengan Citilink. Kedua, kargo untuk ekspor, mengingat komoditas produk laut Indonesia di bagian Timur memiliki daya saing yang tinggi, sehingga memerlukan penerbangan langsung dari daerah yang bersangkutan ke negara asal tanpa melalui Jakarta. Hingga sekarang, kargo ekspor telah dibuka ke Jepang, Hongkong, dan Singapura. Ketiga adalah kargo untuk e-commerce.

Tak hanya itu, Garuda juga berencana meningkatkan peluang dalam transshipment khususnya untuk Cina, Eropa, dan Australia mengingat adanya batas penerbangan kargo secara langsung ke Australia. Berikutnya, Garuda Indonesia juga akan menurunkan biaya terkait excessive package bagi penerbangan domestik.

“Melihat kebiasaan orang Indonesia yang suka bawa oleh-oleh sampai over weight, kita akan turunkan harganya sedemikian rupa sehingga affordable dan memungkinkan penumpang khususnya domestik bisa bawa oleh-oleh banyak dengan biaya tidak terlalu tinggi,” tutur Irfan.

Berita Lainnya
×
tekid