sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Garuda jamin tiket pesawat tidak naik selama Nataru 2019

Tiket pesawat Garuda Indonesia tidak naik meskipun pada peak season Natal dan Tahun Baru atau Nataru (20 Desember 2019 – 6 Januari 2020).

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 26 Nov 2019 13:51 WIB
Garuda jamin tiket pesawat tidak naik selama Nataru 2019
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 63749
Dirawat 30834
Meninggal 3171
Sembuh 29105

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menjamin tidak ada kenaikan tarif pesawat di periode Natal dan Tahun Baru 2020 (Nataru).

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan maskapai tak boleh menentukan harga dan menaikkan tarif sendiri, apalagi menjual tiket pesawat di atas Tarif Batas Atas (TBA). Adapun harga akhir tiket pesawat bisa berada di atas TBA karena ada komponen passenger service charge (PSC) dan airport tax.

"Tak ada kenaikan harga selama Nataru. Maksimum adalah tarif batas atas," tutur Pikri di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (26/11).

Pikri melanjutkan penetapan TBA bertujuan untuk pemerataan ekonomi. Sehingga, masyarakat tak hanya bergantung ke satu angkutan udara saja. 

Di sisi lain, Pikri mengatakan Garuda mendapat aduan dari masyarakat yang mengeluhkan bahwa tiket Garuda berada di atas TBA. Menurut Pikri, harga tiket yang mahal biasanya ditemukan pada penjualan via online travel agent (OTA). 

Dia mencontohkan, karena Garuda tak menyediakan rute penerbangan yang dituju penumpang, maka OTA akan menggabung-gabungkan rute penerbangan yang disediakan. 

"Contohnya rute Bandung-Medan TBA Rp2,4 juta. Karena Garuda tak memiliki rute Bandung-Medan, maka OTA akan mencari rute seperti Bandung-Denpasar, Denpasar-Cengkareng, lalu Cengkareng-Medan, jadi harganya melonjak," ujar Pikri. 

Pikri melanjutkan hal ini menjadi persoalan yang belum terselesaikan di masyarakat. Namun demikian, Pikri memastikan, apabila ada travel agent yang menjual tiket Garuda di harga tarif batas atas, maka perusahaan akan melakukan black list.

Sponsored

Peak season Nataru

Sementara itu, Garuda menetapkan periode ramai atau peak season Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 berlangsung dari tanggal 20 Desember 2019 – 6 Januari 2020.

Untuk mengantisipasi permintaan pasar pada periode peak season tersebut, hingga saat ini Garuda Indonesia telah menyiapkan sedikitnya 2.495 kursi tambahan (extra seat). 

“Penambahan kapasitas tersebut kami lakukan baik melalui pengoperasian armada dengan kapasitas yang lebih besar (bigger aircraft) maupun melalui penambahan jadwal penerbangan (extra flight),” kata Pikri.

Dia juga melanjutkan, Garuda Indonesia akan terus memonitor permintaan pasar dan menyesuaikan penambahan kapasitas penerbangan tersebut dengan permintaan pasar. 

Sebelumnya, Garuda Indonesia juga telah menambah kapasitas di berbagai destinasi domestik utama seperti Denpasar, Surabaya, Manado, Makassar, dan destinasi lainnya. 

Penambahan kapasitas ini dilakukan dengan mengoperasikan pesawat berbadan lebar (wide body) di kota-kota tersebut untuk memaksimalkan jumlah penumpang yang dapat diangkut.

Di sisi lain, Pikri mengatakan akibat permintaan tiket low cost carrier (LCC) tinggi, Garuda juga akan memfokuskan pertumbuhannya di Citilink. Pikri memandang LCC akan menjadi masa depan karena masyarakat membutuhkan harga tiket pesawat yang murah. 

"Rencananya kami akan berikan tiga pesawat besar juga ke Citilink untuk menggenjot jumlah penumpang ke rute yang bisa memanfaatkan pesawat berbadan lebar. Selain itu, kami akan manfaatkan buat umroh juga," kata Pikri. 

Berita Lainnya