logo alinea.id logo alinea.id

Garuda tidak tunjuk ahli independen untuk audit laporan keuangan

Garuda kembali memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait laporan keuangan tahun buku 2018.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Kamis, 16 Mei 2019 12:39 WIB
Garuda tidak tunjuk ahli independen untuk audit laporan keuangan

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) kembali memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait kejanggalan laporan keuangan tahun buku 2018 dan perjanjian kerja sama perseroan dengan PT Mahata Aero Teknologi.

Salah satu pertanyaan yang diajukan BEI ialah apakah Garuda melakukan prosedur meminta pendapat ahli independen lain atas pengakuan pendapatan dari Mahata yang masih bersifat piutang? 

Dalam keterangan kepada BEI, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda Indonesia Fuad Rizal menyatakan perseroan tidak menunjuk tenaga ahli independen untuk memberikan pendapat atas transaksi Mahata. "Kami tidak menunjuk ahli independen, selain yang telah kami jelaskan," kata dia di Jakarta, Senin (13/5). 

Dalam keterbukaan informasi ke BEI, laporan keuangan tahun 2018 emiten plat merah tersebut diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, Sutanto & Rekan yang terdaftar di OJK dan BEI.

Garuda menjelaskan, merujuk pada pendapat auditor tersebut, laporan keuangan perseroan per 31 Desember 2018 bebas dari salah saji materi.

Selain itu, Garuda juga telah menyusun Fairness Opinion atas transaksi material mereka dengan Mahata Aero Teknologi dengan menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Independen Iskandar dan Rekan jika transaksi dengan Mahata adalah wajar.

Garuda pun meyakini kemampuan bayar Mahata dengan adanya dukungan world wide company yaitu Lufthanza Technic, Lufthanza System dan Inmarsat serta Aeria Interactive GmbH pada Mahata.

Sementara itu, pada publik ekspose Garuda pekan lalu, Fuad mengakui belum ada pembayaran sejumlah US$239,94 juta oleh pihak Mahata kepada Garuda. Fuad juga yakin piutang Mahata dapat segera direalisasikan pada periode berjalan.

Sponsored

Menanggapi jawaban dari Garuda, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan dirinya belum bisa berkomentar terkait jawaban tersebut. "Saya baru terima dokumennya kemarin malam, belum saya baca," kata Nyoman di gedung BEI.

Membaca peluang Garbi menjadi partai politik

Membaca peluang Garbi menjadi partai politik

Rabu, 17 Jul 2019 20:50 WIB
Jalan sunyi seorang perias jenazah

Jalan sunyi seorang perias jenazah

Selasa, 16 Jul 2019 18:23 WIB