sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Genjot realisasi anggaran kesehatan, insentif nakes akan dikucurkan setiap bulan

Serapan anggaran kesehatan akan dikebut pada bulan Oktober dan Desember.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Rabu, 23 Sep 2020 20:27 WIB
Genjot realisasi anggaran kesehatan, insentif nakes akan dikucurkan setiap bulan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 939.948
Dirawat 149.388
Meninggal 26.857
Sembuh 763.703

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) memaparkan hingga 16 September 2020 realisasi penyerapan anggaran kesehatan hanya sebesar Rp18,45 triliun atau 21,07% dari pagu anggaran sebesar Rp87,55 triliun. 

Sekretaris Eksekutif I KCPEN Raden Pardede mengatakan, untuk mempercepat proses penyerapan anggaran kesehatan tersebut, skema pemberian insentif bagi tenaga kesehatan akan diubah dari tiga bulan sekali menjadi setiap bulan. 

"Insentif nakes akan diperlancar, yang sebelumnya sekali tiga bulan, ke depan ini menjadi sebulan sekali. Jadi nanti tingkat penyerapan anggaran kesehatan bisa meningkat secara signifikan," katanya dalam video conference, Rabu (23/9).

Dia menjelaskan, pemerintah akan mendorong penyerapan anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan alat kesehatan, fasilitas rumah sakit, santunan kematian dan lainnya.

"Perkiraan penyerapan anggaran kesehatan 96%, jadi hampir Rp84 triliun. Meski sekarang masih Rp18,45 triliun, akan ada percepatan termasuk anggaran disediakan dalam rangka menyambut pilkada," ujarnya.

Pardede menuturkan, serapan anggaran kesehatan akan dikebut pada bulan Oktober dan Desember mendatang.

"Kemenkes nanti akan mengucurkan anggaran kesehatan lebih cepat di Oktober dan Desember dalam jumlah besar," tuturnya.

Selain itu, anggaran kesehatan juga akan diprioritaskan di delapan provinsi yang masuk zona merah dengan tingkat penularan Covid-19 paling tinggi. 

Sponsored

"Perhatian ke delapan daerah dilakukan sekarang. Testing atau tracing dan pengadaan tempat perawatan diprioritaskan," ucapnya.

Dia juga menambahkan, fokus pemerintah adalah menurunkan tingkat penularan virus di daerah-daerah yang masuk zona merah tersebut, sehingga aktivitas ekonomi dapat dibuka kembali.

"Sekarang konsentrasinya dibahas di rapat koordinasi dan rapat presiden, membantu secara all out daerah-daerah yang mengalami kenaikan positivity rate," ujarnya.

Berita Lainnya

Polri diminta usut motif dana asing ke FPI

Selasa, 26 Jan 2021 13:05 WIB

PPKM dan prokes ketat bisa tekan Covid-19

Senin, 25 Jan 2021 22:06 WIB
×
img