sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

GIAA tawarkan skema mandatory convertible bonds untuk dana PEN

Seperti diketahui, pemerintah mengusulkan Garuda Indonesia sebagai salah satu penerima dana talangan dalam Program PEN.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 14 Jul 2020 13:50 WIB
GIAA tawarkan skema mandatory convertible bonds untuk dana PEN
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 257388
Dirawat 58788
Meninggal 9977
Sembuh 187958

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menawarkan bentuk dana talangan pemerintah sebesar Rp8,5 triliun dalam skema mandatory convertible bonds (MCB). Skema tersebut diusulkan setelah perseroan berdiskusi dengan pemegang saham mereka.

Seperti diketahui, pemerintah mengusulkan Garuda Indonesia sebagai salah satu penerima dana talangan dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Melalui program ini, pemerintah berencana menyuntik Garuda Indonesia dengan dana talangan sebesar Rp8,5 triliun untuk bantuan modal kerja.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, skema MCB tersebut ditawarkan karena Garuda Indonesia ingin memastikan manajemen bisa melakukan upaya semaksimal mungkin, untuk memastikan kelangsungan perusahaan bisa dijaga.

"Manajemen tak semata mengandalkan dana talangan. Cukup atau tidak cukup Rp8,5 triliun? Dengan segala asumsi ke depan, kami rasa cukup," kata Irfan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (14/7).

Dalam skema MCB ini, Garuda Indonesia mengusulkan pemerintah atau PT Sarana Multi Infrastruktur sebagai standby buyer. Emiten berkode GIAA ini juga mengusulkan MCB dengan tenor tiga tahun.

Tenor tersebut dipilih GIAA untuk memberikan kesempatan ke manajemen memperbaiki pendapatan fundamental perseroan dan beban biaya perusahaan. Selain itu, tenor tiga tahun dipilih karena manajemen mencermati konsensus yang berkembang, jika kondisi ekonomi akan pulih 100% pada 2023.

"Memang 2023 ini waktu yang sama di mana bonds kita yang US$500 juta itu akan jatuh tempo. Tetapi kalau tenornya lima tahun, kami khawatir manajemen Garuda akan menganggap ini terlalu gampang," tutur Irfan.

Setelah tiga tahun, Irfan menuturkan akan ada tiga model untuk pengembalian dana talangan tersebut. Pertama, Garuda Indonesia membayar kembali dana talangan tersebut.

Sponsored

Model kedua, dengan perhitungan pasar kembali membaik pada 2023, Garuda Indonesia akan mencari pinjaman dari luar. Sedangkan opsi ketiga, MCB akan dikonversi menjadi penempatan modal oleh Garuda Indonesia.

"Apabila tidak diselesaikan, MCB ini akan dikonversi jadi ekuitas di Garuda Indonesia dan kami akan memberi kesempatan ke minority share untuk berpartisipasi," ujarnya. 

Berita Lainnya
×
img