sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Giatkan edukasi pasar modal, BEI rangkul influencer media sosial

Banyak influencer disebut lakukan pom-pom saham. BEI akan merangkulnya lewat program influencer incubator.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Selasa, 23 Feb 2021 19:00 WIB
Giatkan edukasi pasar modal, BEI rangkul influencer media sosial
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.322.866
Dirawat 158.408
Meninggal 35.786
Sembuh 1.128.672

Bursa Efek Indonesia (BEI) bakal merangkul influencer media sosial untuk menggiatkan edukasi pasar modal ke masyarakat. Kegiatan ini akan dilakukan melalui program influencer incubator.

Direktur Pengembangan BEI Hasan Fawzi mengatakan, pihaknya tidak menutup mata kalau peran selebgram, YouTuber, dan influencer media sosial  yang beberapa waktu terakhir justru jauh memberikan pengaruh ke masyarakat umum.

"Untuk itu, secara khusus sejak 2019 kami melakukan influencer incubator ini. Kami menggandeng influencer mikro yang followers-nya di antara 10.000 hingga di bawah 1 juta," kata Hasan dalam edukasi wartawan pasar modal secara virtual, Selasa (23/2). 

Lebih lanjut, menanggapi fenomena influencer yang mempromosikan saham tertentu atau melakukan pom-pom saham, Hasan mengatakan pihaknya tidak akan menyurutkan upaya untuk terus melakukan edukasi pasar modal.

Bersama dengan influencer yang dianggap memiliki kesamaan visi dan iktikad yang baik, BEI yakin para influencer minimal dapat menyadarkan para pengikutnya untuk memulai investasi. Pasalnya, BEI memandang investasi ini penting dilakukan dengan cara-cara yang baik. 

"Kami punya wadahnya yang bersifat permanen, namanya influencer incubator. Sifatnya ad hoc dengan segala kanal yang kami miliki. Kami sering melakukan edukasi ke top influencer ini," tutur dia.

Sementara Komisaris BEI Pandu Patria Sjahrir optimistis, influencer bisa mengasosiasikan dirinya sesuai dengan reputasi mereka.

"Jangan lupa, influencer itu orang yang memengaruhi. Jadi mau tidak mau, coba pastikan misalnya saham (yang dipromosikan) sesuai tidak dengan reputasi mereka," ujar dia.

Sponsored
Berita Lainnya