sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Gojek pastikan belum IPO dalam waktu dekat

Gojek belum akan mencari pendanaan lewat pasar modal.

Laila Ramdhini
Laila Ramdhini Selasa, 22 Okt 2019 12:35 WIB
Gojek pastikan belum IPO dalam waktu dekat

PT Aplikasi Karya Anak Bangsa yang populer dengan sebutan Gojek menegaskan bahwa perusahaan berkategori decacorn tersebut belum menjadikan initial public offering (IPO) sebagai prioritas dalam waktu dekat ini.

"Fokus kami saat ini adalah terus mengembangkan bisnis dan memperkuat layanan kepada para pengguna aplikasi kami," kata Vice President Regional Corporate Affair Gojek Michael Say dalam keterangan tertulis, Selasa (22/10).

Michael mengungkapkan pihaknya tengah berusaha memberikan dampak ekonomi dan sosial yang signifikan kepada para mitra di negara-negara tempat Gojek beroperasi. Sebelumnya, Gojek dikabarkan akan IPO untuk mengakhiri strategi 'bakar uang' sebagai sumber pendanaan.

Mengenai konteks penjelasan tentang IPO, saat itu kepada media, Michael menyatakan pihaknya sedang memberikan ilustrasi. "Jadi, sifatnya background," kata Michael.

Selain di Indonesia, Gojek juga beroperasi di Vietnam, Filipina, Thailand, dan Singapura. Aplikasi Gojek saat ini sudah diunduh sekitar 125 juta, memiliki lebih dari 300 ribu merchants, 1,7 juta mitra pengemudi/pengendara, serta beroperasi di 207 kabupaten dan kota.

Gojek juga memiliki rekor fantastis dalam melayani pelanggan. Jika diukur jaraknya, Gojek sudah melayani total 4,1 miliar kilometer perjalanan layanan Go-Ride, Go-Car, dan lainnya. Jarak tersebut setara dengan 5.000 kali pergi-pulang dari Bumi ke Bulan.

Selain itu, tercatat sudah mengirimkan 529 juta makanan dan minuman melalui Go-Food dengan menu populer ayam, nasi, mi, makanan goreng, dan martabak.

Gojek menjadi sebuah ekosistem dari tiga super apps yang melayani orang (people), barang (things), dan uang (money).

Sponsored

Sebelumnya, pendiri dan CEO Gojek Nadiem Makarim pada Senin (21/1) dipanggil ke Istana Presiden, kemungkinan akan menempati posisi menteri dalam Kabinet Kerja Jilid II.

Nadiem sendiri sudah menyatakan mundur dari Gojek dan posisinya diisi Andre Soelistyo dan Kevin Aluwi. (Ant)