sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Gojek targetkan 50% pasarnya berasal dari internasional

Layanan aplikasi Gojek baru ada di empat negara, yaitu Thailand, Vietnam, Singapura, dan Filipina

Annisa Saumi
Annisa Saumi Sabtu, 02 Nov 2019 16:26 WIB
Gojek targetkan 50% pasarnya berasal dari internasional

Aplikasi on-demand Gojek menargetkan 50% rasio pelanggannya berasal dari pasar internasional dalam lima tahun ke depan. Hal tersebut diungkapkan duo co-CEO Gojek Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo dalam rangkaian ulang tahun Gojek ke-9 bertajuk 'Melangkah Jauh ke Depan' di Jakarta, Sabtu (2/11).

Andre Soelistyo mengatakan saat ini layanan aplikasinya baru ada di empat negara, yaitu Thailand, Vietnam, Singapura, dan Filipina. Sebanyak 20% pelanggan Gojek berasal dari empat negara tersebut, dan 80% sisanya masih berasal dari Indonesia. 

"Ke depan kalau bisa kontribusi dari negara lain bisa 50-50," kata Andre. 

Andre optimistis hal tersebut bisa diraih dalam lima tahun ke depan. Sebab, platform yang dimiliki Gojek sangat cocok diaplikasikan di negara berkembang di Asia Tenggara. 

"Dari internasional juga, kita sudah memproses transaksi US$1,5 miliar gross transaction value (GTV)," ujar Andre. 

Ke depan, Gojek akan mengembangkan keberadaan aplikasi di dua negara Asia Tenggara, yaitu Filipina dan Malaysia. Seperti diketahui, Gojek belum merambah pasar Malaysia karena adanya penolakan dari otoritas setempat. 

Sementara di Filipina, Gojek baru masuk di sistem pembayaran lewat gopay. Sementara untuk layanan mobilitas belum tersedia di Filipina. 

Dengan target tersebut, Co-CEO Gojek Kevin Aluwi memasang visi menjadi perusahaan berkelas dunia. Gojek pun telah menyusun beberapa strategi untuk mencapai hal tersebut. 

Sponsored

Pertama, kata Kevin, Gojek akan memperkuat pengembangan tiga pilar produk mereka yang paling dibutuhkan dan diminati pelanggan, yaitu pesan antar makanan dan minuman, pembayaran, serta transportasi. 

Kedua, dengan menghadirkan layanan lain yang diminati pelanggan melalui kerja sama pemanfaatan platform Gojek dengan perusahaan-perusahaan terbaik di bidangnya (third party platform). 

"Misalnya dengan Halodoc kami bekerja sama untuk melakukan pengantaran obat-obatan, namanya Go-Med. Dulu kami babat sendiri, sekarang kami berkolaborasi," tutur Kevin. 

Dengan demikian, Kevin pun berharap Gojek bisa menarik talenta terbaik kelas dunia untuk bergabung bersama mereka.