logo alinea.id logo alinea.id

GRP bidik Rp1 triliun dari rencana IPO semester I-2019

GRPmemastikan bakal melepas saham perdana (Initial Public Offering/IPO) ke publik pada semester I-2019.

Soraya Novika
Soraya Novika Kamis, 31 Jan 2019 17:23 WIB
GRP bidik Rp1 triliun dari rencana IPO semester I-2019

Perusahaan baja PT Gunung Raja Paksi (GRP) memastikan bakal melepas saham perdana (Initial Public Offering/IPO) ke publik pada semester I-2019. 

"Rencana kami harus sudah IPO di semester awal 2019," ujar Presiden Direktur GRP Alouisius Maseimilian di Cikarang, Kamis (31/1).

Alouisius mengatakan perusahaan memproduksi pelat dan gulungan baja ini akan melepas 10% sahamnya ke publik. Adapun dana yang dibidik dari hasil IPO sebesar Rp1 triliun. Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi perusahaan.

"Dana ini untuk investasi pabrik baru, replanting pabrik dan tambahan modal kerja. Kalau bisa sebesar-besarnya, minimal Rp1 triliun, kalau bisa dapat Rp2 triliun ya, 'why not'," ungkapnya.

Sebelumnya, industri baja domestik ini menargetkan IPO tahun lalu namun terjadi penundaan rencana.

Alouisius menjelaskan bahwa IPO baru bisa direalisasikan pada beberapa bulan ke depan karena tahun lalu perusahaan masih melakukan penyempurnaan dalam laporan prospektus.

"Bukan penundaan, tapi tahun lalu ada penyempurnaan arena. Ada beberapa investasi include di dalam prospektus," paparnya.

Alouisius mengatakan anak usaha dari Gunung Steel Group ini memilih IPO lantaran menghadapi persaingan bisnis dan antisipasi kondisi global.

Sponsored

Pengembangan pabrik baru pun dinilai perlu dilakukan lantaran tingkat utilisisasi kapasitas produksi 2,8 juta ton per tahun sudah maksimal. Perusahaan juga berniat untuk memodernisasi mesin pabrik dalam mempercepat proses produksi di masa mendatang.

"Kami berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan baja di berbagai sektor mulai dari konstruksi, perkapalan, migas, pertambangan, alat berat, dan lainnya. Tidak hanya kebutuhan domestik tapi juga ekspor," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mendukung rencana GRP melakukan IPO. Apalagi, GRP merupakan usaha keluarga yang merupakan bagian dari Gunung Steel Group. 

Menurut Enggar, perusahaan keluarga jika sudah memasuki generasi ketiga harus segera dikelola bersama dengan kepemilikan saham publik. Ini dilakukan agar tidak ada gesekan antar cucu di dalamnya. 

"Saya ingin tegaskan, jangan ragu, siapkan segera untuk growing (tumbuh). Rencana IPO ini keputusan yang bagus untuk kepentingan korporasi lebih profesional lagi dalam manajemen," kata Enggar.

 Prabowo dan halusinasi kuasa

Prabowo dan halusinasi kuasa

Kamis, 18 Apr 2019 20:53 WIB
Sisi lain keluarga Pierre Tendean

Sisi lain keluarga Pierre Tendean

Kamis, 18 Apr 2019 14:48 WIB