sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Gubernur BI ungkap alasan menahan suku bunga acuan

Perry Warjiyo mengatakan penetapan suku bunga ini untuk mendorong kebijakan sektor riil seperti ekspor dan industri 4.0. 

Cantika Adinda Putri Noveria
Cantika Adinda Putri Noveria Kamis, 21 Feb 2019 17:10 WIB
Gubernur BI ungkap alasan menahan suku bunga acuan

Bank Indonesia kembali menahan suku bunga acuan atau BI 7-days reverse repo rate (BI7DRR) pada level 6%. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penetapan suku bunga ini untuk menjaga permintaan domestik, serta mendorong kebijakan sektor riil seperti ekspor dan revolusi industri 4.0. 

“Kebijakan ini juga untuk mendorong ekspor dan Industri 4.0. Serta mendorong pariwisata, mendorong manufaktur, dan hilirisasi sumber daya alam,” kata Perry saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (21/2). 

Perry menuturkan, kebijakan ini diambil dengan memperhitungkan kondisi ekonomi di dalam negeri seperti Neraca Pembayaran Indonesia (NPI), neraca perdagangan, dan defisit transaksi berjalan.

Pada Januari 2019, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$1,16 miliar, dipengaruhi permintaan global yang melambat di tengah permintaan domestik yang tetap kuat. 

Sementara itu, aliran masuk modal asing berlanjut pada Januari 2019 yang tercatat US$2,2 miliar dan terus terjadi pada Februari 2019. 

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2019 tercatat US$120,1 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Perry mengatakan, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah untuk memperkuat ketahanan sektor eksternal, termasuk pengendalian defisit transaksi berjalan menuju kisaran 2,5% dari PDB pada 2019.

Sponsored