sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Gunung Raja Paksi ekspor baja ke Sri Lanka dan Australia

PT Gunung Raja Paksi (GRP) mengekspor 300 ton baja struktur ke Sri Lanka dan 400 plat baja ke Australia.

Soraya Novika
Soraya Novika Kamis, 31 Jan 2019 15:07 WIB
Gunung Raja Paksi ekspor baja ke Sri Lanka dan Australia
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 76981
Dirawat 36636
Meninggal 3656
Sembuh 36689

PT Gunung Raja Paksi (GRP) mengekspor 300 ton baja struktur ke Sri Lanka dan 400 plat baja ke Australia. CEO PT GRP Alouisius Maseinilian mengatakan langkah ini masuk dalam rencana peningkatan ekspor baja perusahaan pada 2019.

Alouisiu mengungkapkan pada 2017 perusahan sudah mengekspor baja sebesar 7.000 ton, dan pada 2018 sebesar 56.500 ton. “Pasar ekspor PT GRP ini akan kami tingkatkan terus menurus dari tahun ke tahun, dengan target tahun ini yaitu naik 30% dari tahun sebelumnya," kata Alousius saat pelepasan ekspor baja di Cikarang, Kamis (31/1).

Dia pun optimistis GRP bisa target tersebut. Sebab, perusahaan sudah memiliki fasilitas terbaru yang mampu meningkatkan kapasitas produksi bahan baku utama berupa 'slab' dari penyerapan sumber bijih besi lokal. Langkah ini juga diklaim bisa mengurangi biaya produksi.

"Di semester kedua 2019 ini, produksi akan kita tingkatkan dengan didukung blast furnace,” kata dia.

Selain mendukung ekspor, fasilitas ini juga diklaim mampu meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan baja nasional yang terus meningkat setiap tahun.

Di sisi lain, dia menyebut keyakinan perusahaan untuk meningkatkan ekspor juga didukung adanya berbagai kebijakan yang dikeluarkan Kementerian Perdagangan.

Dalam kesempatan itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita  mengatakan  ekspor baja GRP ini merupakan sebuah lompatan penting. Hal ini mengindikasikan perusahaan dalam negeri mampu menangkap peluang pasar global dan meningkatkan ekspor nasional.

Enggar melanjutkan, besi dan baja merupakan komoditas yang sangat penting bagi pembangunan suatu bangsa. ”Kinerja ekspor Indonesia perlahan mulai menunjukkan performa yang cukup baik, dan Kemendag terus melakukan penyesuaian berbagai kebijakan dan regulasi,” ujarnya.

Sponsored

Secara menyeluruh, total ekspor Indonesia pada 2018 mencapai US$180,06 miliar, atau mengalami kenaikan dari US$168,82 miliar pada 2017.

Adapun untuk ekspor besi dan baja mengalami kenaikan yang cukup tajam dari US$3,33 miliar pada 2017 menjadi US$5,75 miliar pada 2018 atau naik sebesar 72,40%.

Lebih lanjut, Enggar memastikan pemerintah terus mendorong PT GRP untuk meningkatkan ekspor. Salah satunya ke Amerika Serikat. Terutama setelah ditandatanganinya nota kesepahaman (MoU) antara Hanwa American Corp dengan Gunung Steel Group untuk ekspor baja batangan sebanyak 50.000 MT. 

Berita Lainnya