Harapan pelaku industri pada peserta Pilpres 2019

siapapun pasangan calon yang terpilih, diharapkan memiliki komitmen kuat untuk memajukan industri dan ekonomi Indonesia.

Harapan pelaku industri pada peserta Pilpres 2019 Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kedua kiri) meninjau stan AMMDES di lokasi pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) ke- 26 di Indonesia Convention Exhibition Serpong, Tangerang, Banten, Kamis (2/8)./Antara Foto

Pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan berlaga di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 telah mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jumat (10/8). Kandidat petahana Joko Widodo (Jokowi) berpasangan dengan Ma'ruf Amin, sementara kandidat penantang, Prabowo Subianto, berdampingan dengan Sandiaga Uno.

Sejumlah pelaku industri berharap, siapapun pasangan calon yang terpilih untuk memimpin Indonesia periode 2019-2024, dapat memiliki komitmen kuat untuk memajukan industri dan ekonomi Indonesia.

"Membangun sinergitas semua unsur untuk fokus membangun ekonomi Indonesia sebagai dasar menjadi negara yang kuat berdaulat dan berdaya saing di pasar global," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi Lukman di Jakarta, Jumat (10/8).

Untuk itu dia berharap, susunan kabinet presiden terpilih nanti, diisi oleh para menteri dengan kompetensi dan integritas tinggi. Hal ini dinilai penting agar memiliki fokus dalam memajukan kepentingan nasional.

Hal senada disampaikan Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) I Made Dana Tangkas. Menurutnya, pemimpin Indonesia ke depan harus memiliki visi ikut memajukan industri otomotif, agar bisa bersaing dengan negara lain. 

"Industri otomotif kan termasuk penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekitar 3 persen. Oleh karena itu kami harapkan siapapun pemimpinnya, bisa meningkatkan daya saing industri dalam negeri," papar Made.

Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Ade Sudrajat, juga mengharapkan proses Pilpres 2019 berlangsung kondusif. Menurutnya, hal ini diperlukan untuk menjamin iklim usaha dalam keadaan stabil.

"Itu penting. Karena kan kita inginnya investasi masuk, usaha berkembang, sehingga membutuhkan kondisi yang aman. Sehingga kami berharap pemilihannya berlangsung secara demokratis dan lebih beradab," ungkapnya.

Sumber: Antara


Berita Terkait