sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Harga cabai turun dorong deflasi pada September

BPS mencatat deflasi September 2019 sebesar 0,27%.

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Selasa, 01 Okt 2019 14:15 WIB
Harga cabai turun dorong deflasi pada September
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan turunnya harga sejumlah komoditas bahan makanan terutama untuk subkelompok bumbu-bumbuan mendorong laju deflasi pada September 2019 atau month on month (MoM) sebesar 0,27%. Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan harga bumbu-bumbuan secara keseluruhan menyumbang deflasi sebesar 9,85%.

"Barang-barang seperti cabai merah dan cabai rawit sudah mulai masuk masa panen, jadi harganya sudah mulai turun," katanya di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (1/10).

Dia merinci, komoditas bahan makanan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan deflasi tersebut, yakni cabai merah sebesar 0,19%, bawang merah sebesar 0,07%, tomat sayur, dan cabai rawit masing-masing sebesar 0,03%, telur ayam ras 0,02%, dan bawang putih sebesar 0,01%. Untuk daging ayam ras berkontribusi sebesar 0,05%.

Secara keseluruhan, kelompok bahan makanan pada September 2019 mengalami deflasi sebesar 1,97%. Indeks harga konsumen (IHK) juga mengalami penurunan dari 155,45 pada Agustus menjadi 152,38 di September.

Tak hanya dari sisi kelompok bahan makanan, deflasi juga turut disumbang oleh subkelompok komunikasi dan pengiriman sebesar 0,02%.

Inflasi tahunan 2,2%

Sementara itu, secara tahun kalender dari Januari - September, BPS mencatat laju inflasi sebesar 2,20%. Inflasi disumbang oleh kelompok sandang, kesehatan, dan pendidikan. 

"Dari sisi pendidikan disumbang oleh tahun ajaran baru. Anak kuliah baru bayar uang kuliah, juga anak SMA dan SMP," katanya.

Sponsored

Lebih lanjut, Suhariyanto menuturkan, secara tahun ke tahun atau year on year (YoY), inflasi September 2019 naik menjadi 3,39% dibandingkan dengan September tahun lalu yang hanya sebesar 2,88%.

Berita Lainnya