sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Ibu kota pindah, swasta minat bangun Disneyland di Jakarta

Aset pemerintah yang berada di Jakarta mencapai Rp1.400 triliun

Nanda Aria Putra
Nanda Aria Putra Jumat, 14 Feb 2020 19:12 WIB
Ibu kota pindah, swasta minat bangun Disneyland di Jakarta
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 410.088
Dirawat 58.418
Meninggal 13.869
Sembuh 337.801

Pemerintah memastikan bahwa aset milik negara di Jakarta tidak akan dijual pascapemindahan ibu kota negara pada 2024 ke Kalimantan Timur. Namun, aset tersebut akan dikelola dan dimanfaatkan bersama dengan pihak swasta.

Direktur Barang Milik Negara (BMN) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Encep Sudarwan mengatakan hal ini menanggapi sejumlah pihak yang telah memiliki ide untuk memanfaatkan aset negara tersebut. Salah satunya untuk membangun lokasi wisata seperti Disneyland dan Legoland.

"Ada ide misalnya Jakarta ada international brand soal wisata. Universal Studio, Disneyland, dan Legoland kan belum ada. Ada yang menyarankan mungkin di Jakarta Timur ada kawasan wisata itu," katanya di Gedung DJKN, Jakarta, Jumat (14/2).

Encep mengungkapkan aset pemerintah yang berada di Jakarta mencapai Rp1.400 triliun. Saat ini, lanjutnya, pemerintah sedang memetakan aset mana saja yang memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai pemasukan pemerintah.

"Aset negara kami sudah katakan Rp1.400 triliun di Jakarta. Sudah kita petakan mana saja yang mau kita manfaatkan. Kita ingin Jakarta hidup juga. Bukan hanya masterplan di ibukota negara (IKN) baru tapi juga Jakarta," ujarnya.

Encep pun menuturkan telah mengundang para investor untuk memanfaatkan aset negara yang masih tertinggal di Jakarta. Dari hasil pertemuan dengan investor tersebut kemudian tercetus ide untuk membangun brand wisata internasional.

"Kita Ingin mempertahankan aset di Jakarta. Apakah dipakai atau bekerja sama dengan swasta sehingga kita ada penerimaan. Jadi tidak dijual. Misalnya kasih konsesi 30 tahun, kita sudah undang investor untuk sharing," tuturnya.

Namun, dia mengatakan, sampai saat ini para investor baru melihat-lihat lokasi meski telah berminat untuk sejumlah aset negara di kawasan Sudirman dan Thamrin.

Sponsored

"Mereka selalu one step ahead, mereka sudah lihat Kawasan Thamrin, Sudirman, dan Gatot Subroto. Tapi mereka belum menunjuk lokasi. Karena belum tahu bagaimana mekanisme (pemanfaatannya)," jelas Encep.

Berita Lainnya