logo alinea.id logo alinea.id

ICBP milik konglomerat Anthoni Salim raup laba Rp1,34 triliun

Produsen Indomie milik konglomerat Anthoni Salim, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) meraup laba Rp1,34 triliun.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Jumat, 03 Mei 2019 20:19 WIB
ICBP milik konglomerat Anthoni Salim raup laba Rp1,34 triliun

Produsen Indomie milik konglomerat Anthoni Salim, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) meraup laba Rp1,34 triliun.

Perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk per kuartal I-2019 itu meningkat 10,24% year-on-year (yoy) dari tahun sebelumnya Rp1,21 triliun.

Kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan. Emiten makanan dan minuman ini mencatat penjualan bersih tumbuh 13,92% secara tahunan menjadi Rp11,26 triliun pada kuartal I-2019 dari tahun sebelumnya Rp9,9 triliun.

Direktur Utama dan Chief Executive Officer ICBP Anthoni Salim mengatakan, secara umum kondisi pasar masih menghadapi banyak tantangan.

Namun, katanya, perseroan terus berupaya mendorong penetrasi pasar dan menjalankan strategi pemasaran yang terintregasi.

"Ke depannya kami akan melanjutkan berbagai strategi dan inisiatif yang telah dijalankan serta mendorong efisiensi guna meraih tujuan kami menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan," kata Salim melalui siaran pers, Jumat (3/5).

Penjualan mi instan tercatat tumbuh 13,69% menjadi Rp7,45 triliun, diikuti segmen dairy tumbuh 9,07% menjadi Rp2,05 triliun. Penjualan penyedap makanan melejit 105,51% menjadi Rp673 miliar. Segmen minuman tumbuh 8,88% menjadi Rp453,93 miliar. 

Begitu pula, penjualan nutrisi dan makanan khusus tumbuh 6,56% menjadi Rp222,97 miliar. Hanya segmen makanan ringan yang tertekan 1,76% menjadi Rp713,64 miliar. 

Sponsored

Perseroan mencatat beban pokok penjualan tumbuh 11,86% menjadi Rp7,47 triliun. Dengan demikian, laba kotor naik 18,20% menjadi Rp3,79 triliun. 

Saham ICBP

Mengutip RTI Infokom, saham ICBP hari ini ditutup di zona merah ke level Rp9.625 atau turun 75 poin (0,77%).

Namun, jika dilihat secara sepekan, saham ini mampu menguat 6,06% dengan transaksi pelaku asing jual bersih senilai Rp4,71 miliar di all market.

Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, rupiah yang diperkirakan akan lebih stabil pada tahun ini dinilai dapat berdampak yang cukup signifikan terhadap margin ICBP.

Dia menjelaskan, depresiasi nilai tukar rupiah sepanjang 2018 menjadi tekanan bagi ICBP khususnya dalam hal pembelian bahan baku. Namun pada tahun ini, Pilarmas memproyeksikan pergerakan rupiah dapat lebih stabil sehingga tekanan terhadap harga gandum dapat lebih kecil pengaruhnya pada biaya produksi. 

"Kami memproyeksikan gross margin pada 2019 terjaga 31,86% lebih rendah daripada tahun sebelumnya yang terjaga pada 31,93%," kata Nico kepada Alinea.id.

Adapun Program Keluarga Harapan (PKH) dan potensi peningkatan daya beli dari program pemerintah bisa menjadi sentimen positif bagi perseroan.

Pemerintah menargetkan 8% dari total Keluarga Penerima Manfaat (KPM) peserta PKH yaitu sebesar 800.000 dari jumlah peserta 10 juta.

"Kami melihat program PKH sendiri dapat berdampak langsung untuk menopang daya beli masyarakat. Dalam hal ini kami melihat adanya potensi bagi ICBP mendapatkan keuntungan dengan adanya program PKH," ucapnya.

Dengan asumsi tersebut, Nico menilai segmen mi instan mendapatkan keuntungan langsung sehingga ada peluang bagi segmen mi instan ICBP dapat tumbuh sebesar 5% atau Rp26 triliun.

Secara keseluruhan, Nico memproyeksikan ICBP dapat membukukan penjualan tumbuh 5,7% atau sebesar Rp40,59 triliun dan EBITDA diproyeksikan tumbuh 5% untuk tahun ini.

Selain itu, Nico memandang pasca Asian Games, ICBP kian inovatif dengan mengeluarkan beberapa produk dan varian baru. 

Melalui divisi dairy ICBP, produk good to go dibawah bendera Indomilk, merupakan minuman susu multisereal pertama di Indonesia. Selain kemasannya yang cukup menarik strategi penjualannya juga dinilai cukup unik. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan kontribusi divisi dairy terhadap total penjualan ICBP untuk tahun ini.

"Kami merekomendasikan beli dengan target harga Rp9.900, proyeksi PE 2019 berada pada 25,7 kali. Saat ini ICBP diperdagangkan pada PE 26,9 kali. EPS 2019 diproyeksikan 384 tumbuh 4,4% dari periode sebelumnya 368," ucapnya.

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB