sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Emiten boleh buyback saham, IHSG diprediksi menguat

OJK membuka peluang bagi emiten untuk buyback saham di pasar modal.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Minggu, 01 Mar 2020 16:03 WIB
Emiten boleh buyback saham, IHSG diprediksi menguat
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 70736
Dirawat 34668
Meninggal 3417
Sembuh 32651

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Senin (2/2) berpeluang bergerak menguat setelah ditutup melemah 1,50% ke level 5.452 pada Jumat (28/2).

Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee lampu hijau dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membolehkan emiten melakukan buyback saham berhasil mendorong aksi pembelian di ujung sesi 2 hari Jumat (28/2). Emiten yang merasa harga sahamnya sudah murah boleh membeli sahamnya di pasar.

"Hal ini memberikan sinyal positif ketika sebuah emiten mengumumkan rencana buyback karena mengindikasikan saham mereka sudah murah," ucap Hans, Minggu (1/3).

Hans pun mengatakan pada Senin (2/3) IHSG diperkirakan akan berada pada level support 5.400-5.288 dan resistance di level 5.500-5.600.

"Pelaku pasar kami sarankan tidak perlu panik karena yang sembuh dari coronavirus lebih banyak dibandingkan yang meninggal," tutur Hans.

Hans melanjutkan, dampak coronavirus terhadap perekonomian pasti tetap ada. Akan tetapi, kekhawatiran berlebih dapat menyebabkan tekanan besar pada perekonomian dan pasar keuangan.

Hans menuturkan bagi investor yang berencana melakukan investasi dengan waktu lebih dari dua tahun, saat ini adalah periode yang bagus untuk memulai melakukan cicil beli di saham-saham berfundamental bagus.

"Peluang selalu datang dari koreksi tajam di pasar akibat ketakutan dan kekawatiran berlebih," kata dia.

Sponsored

Sementara itu, analis Artha Sekuritas Dennies Christoper mengatakan tren bearish pada IHSG diperkirakan masih akan berlangsung dalam jangka menengah.

"IHSG berpeluang menguat dengan support di level 5.342-5.231 dan resistance di level 5.510-5.567," ujar Dennies.

Berita Lainnya