sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

IHSG berpotensi bergerak secara terbatas pada hari ini

Selama IHSG belum mampu bertahan di atas resisten level terdekat, maka peluang koreksi masih terbuka lebar.

 Ratih Widihastuti Ayu Hanifah
Ratih Widihastuti Ayu Hanifah Rabu, 08 Des 2021 09:30 WIB
IHSG berpotensi bergerak secara terbatas pada hari ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat dalam rentang terbatas pada perdagangan hari ini. Indeks saham diperkirakan berada dikisaran 6.502-6.647.

CEO Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan, pola gerak IHSG sedang berusaha menggeser rentang konsolidasinya ke arah yang lebih baik. Namun selama IHSG belum mampu bertahan di atas resisten level terdekat, maka peluang koreksi masih terbuka lebar.

"Data cadangan devisa menunjukkan perekonomian Indonesia berada dalam kondisi yang stabil dan terkendali, hal itu turut memberikan sentimen positif bagi pergerakan IHSG," ujar William dalam risetnya di IDX Channel, Rabu (8/12).

Saham-saham yang dapat jadi pilihan dari Bersinar Sekuritas di antaranya, PT Astra International Tbk. (ASII),  PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI).

Sementara Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, memprediksi IHSG bergerak secara terbatas untuk hari ini.

“Berdasarkan analisa teknikal, IHSG memiliki peluang bergerak menguat terbatas dan diperdagangkan pada 6.574-6.647," ujar  dalam risetnya, Rabu (8/10).

Nico menambahkan, pergerakan saham saat ini karena pengaruh dari rencana Bank Sentral Australia memangkas tingkat suku bunganya, tetapi Bank Sentral Australia tidak bisa memutuskan kapan merealisasikan keputusan tersebut. Situasi dan kondisi yang masih belum pasti, justru memberikan ketidakpastian kepada pelaku pasar.

Dari Asia, pelaku pasar menilai, isu industri hulu migas dapat memegang peran penting terhadap pertumbuhan ekonomi dan seluruh sektor lainnya. Tren konsumsi energi di masa depan yang semakin meningkat telah dialami oleh negara-negara berkembang. Hal ini mengacu pada RUEN konsumsi minyak bumi Indonesia yang diproyeksikan naik hampir 139% pada 2050, dari konsumsi rata-rata 1,6 juta bph menjadi 3,6 juta bph. 

Sponsored

Berikut beberapa saham menjadi pilihan Pilarmas Investindo Sekuritas, PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA), PT Astra International Tbk. (ASII),  PT Media Nusantara Citra Tbk. (MNCN), PT. Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), dan PT PP Tbk. (PTPP).

Berita Lainnya