logo alinea.id logo alinea.id

IHSG berpotensi menguat pekan ini

Meski dibuka lemah, IHSG berpotensi menguat pekan ini.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 11 Feb 2019 10:07 WIB
IHSG berpotensi menguat pekan ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah di awal perdagangan pekan ini. Pada Senin (11/2) pukul 9.10 WIB, IHSG melemah 5,63 atau 0,08% ke 6.515.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus memprediksi, meski dibuka lemah, IHSG memiliki potensi untuk menguat.

"Minggu ini masih ada kesempatan indeks berpotensi menguat meskipun ada koreksi-koreksi yang cukup wajar. Namun selama arahnya masih benar dan masih wajar koreksinya indeks akan masih terus naik ke atas," jelas Nico kepada Alinea.id, Senin (11/2).

Total volume transaksi di bursa mencapai 735,33 juta saham dengan total nilai Rp356,77 miliar.

Menurutnya, cukup banyak sentimen untuk pekan ini. Salah satunya rilis data dari China tentang cadangan devisa, impor dan ekspor, trade balance, dan inflasi dari China.

"Kemudian dari dalam negeri yaitu data ekspor impor dan trade balance Indonesia," imbuhnya.

Nico merekomendasikan saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM), PT PP Tbk. (PTPP), PT Jasa Marga Tbk. (JSMR), PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM).

"Bisa dicermati saham-saham di atas karena ada potensi mengalami penguatan. Sementara IHSG berada pada kisaran 6498 - 6523 pada minggu ini," ungkap Nico.

Sponsored

Semenntara itu, Pendiri dan Direktur Jagartha Advisor FX Iwan meramakan IHSG bergerak melemah pada perdagangan saham di awal pekan ini. 

Dari faktor eksternal, laju IHSG akan didominasi oleh perkembangan pembahasan perang dagang antara dua negara adidaya yaitu Amerika Serikat (AS)-China. Sedangkan sisi internal, hasil rilis laporan keuangan emiten kuartal IV 2018 akan mewarnai pergerakan indeks.

"Pergerakan dalam satu pekan kedepan yakni Senin-Jumat masih terdapat potensi profit taking (melemah) dalam perjalanannya. Namun tetap punya potensi menutup akhir Jumat depan dengan penguatan terbatas," ungkap Iwan kepada Alinea.id.

"IHSG kemungkinan terkoreksi dengan bergerak pada level 6,425-6,650. Itu karena melihat kenaikan indeks yang sudah mencapai +5.28 persen year-to-date (YTD)," imbuhnya.

Menurutnya, saham yang dapat dijadikan pilihan adalah saham-saham dengan kapitalisasi besar yang menjadi incaran investor asing saat kembali ke pasar domestik.

"Itu antara lain saham PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT H.M Sampoerna Tbk. (HMSP), PT Mayora Indah Tbk. (MYOR), dan PT Astra International Tbk. (ASII)," pungkasnya.