logo alinea.id logo alinea.id

IHSG dan Rupiah berpotensi kembali melemah

Faktor ekternal masih mendominasi keputusan investor melakukan aksi jual dan beli terhadap Rupiah serta IHSG.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Senin, 03 Sep 2018 09:38 WIB
IHSG dan Rupiah berpotensi kembali melemah

Rupiah masih memiliki peluang kembali melemah seiring penguatan lanjutan yang terjadi pada US$. Rupiah hari ini diperkirakan bergerak di kisaran Rp14.745-14.715 per US$.

Pengamat Pasar Modal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada, mengatakan, meningkatnya permintaan akan US$, membuat pergerakannya cenderung kembali meningkat dan berimbas pada melemahnya Rupiah.

"Pelemahan Rupiah diharapkan dapat lebih terbatas. Tetap mencermati dan mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat Rupiah kembali melemah," ungkap Reza dalam risetnya, Senin (3/9).

Mengutip Bloomberg, Rupiah ditutup melemah 0,20% ke Rp 14.710 per US$ pada penutupan perdagangan pekan lalu .

Pergerakan Rupiah kembali melemah terimbas terapresiasinya US$. Adanya sentimen kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi perang dagang kembali membuat permintaan US$ meningkat.

Pergerakan US$ kembali terapresiasi setelah Presiden Trump berencana mengenakan tarif impor kembali atas sejumlah barang dari China. Di sisi lain, pelaku pasar juga mengkhawatirkan kondisi yang sama akan diberlakukan Uni Eropa. Sementara itu, dari dalam negeri masih minim sentimen positif sehingga Rupiah kembali terdepresiasi sangat besar.

Sementara pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki potensi terkoreksi dengan support dan resisten di level 5.966-6.043.

Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia Maximilianus Nico Demus, menyebutkan, krisis keuangan di Turki dan Argentina masih menjadi fokus perhatian pasar. Khususnya setelah apa yang terjadi pada Jumat lalu. 

Sponsored

"IMF menyatakan dukungan penuh terhadap Argentina. Selain itu Direktur IMF Christine Legarde akan bertemu Menteri Keuangan Argentina, pelaku pasar berharap pertemuan tersebut berlangsung positif," ungkap Nico.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin (31/8) IHSG ditutup turun 0,01% menjadi 6.018. Sektor yang mengalami kenaikan terbesar terjadi pada sektor industri dasar 1,43% dan barang konsumsi 0,64%. Sedangkan yang mengalami penurunan terbesar terjadi pada sektor aneka industri 2,45% dan konstruksi 1%.                         

Pergerakan IHSG sempat mengalami penurunan cukup signifikan di awal perdagangan akhir pekan. Bahkan pelaku pasar yang sebelumnya optimistis pergerakan IHSG akan berbalik arah, sempat kehilangan semangat dan menambah aksi jual. 

Berikut saham-saham pilihan yang disarankan pada hari ini.

1. PT Bank BNI Tbk. (BBNI) Trading buy selama bertahan di atas Rp7.675 dengan support Rp7.600-7.675 dan resisten Rp7.875-7.900
2. PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) Trading buy selama bertahan di atas Rp3.800 dengan support Rp3.760-3.800 dan resisten Rp3.860-3.900 
3. PT Indika Energy Tbk. (INDY) Trading buy selama bertahan di atas Rp3.250 dengan support Rp3.220-3.250  dan resisten Rp3.330-3.350.
4. PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) Trading buy selama bertahan di atas Rp2.110 dengan support Rp2100-2110 dan resisten Rp2.160-2.180
5. PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) Trading buy selama bertahan di atas Rp19.000 dengan support Rp18.850-19000 dan resisten Rp19.250-19500